Banner Website
Peristiwa

Hari Kedua Sepekan Kenduri Adat LAMR Bengkalis, CFN “Melengah Malam” Hidupkan Pesona Melayu

518
×

Hari Kedua Sepekan Kenduri Adat LAMR Bengkalis, CFN “Melengah Malam” Hidupkan Pesona Melayu

Sebarkan artikel ini
Hari kedua Sepekan Kenduri Adat LAMR Bengkalis bertema CFN "Melegah Malam" menghadirkan panggung budaya, pertunjukan seni, serta perpaduan musik tradisional dan modern di Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis, Minggu (26/7/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Harmoni seni tradisi dan hiburan modern mewarnai hari kedua Sepekan Kenduri Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis. Mengusung tema “Melegah Malam”, rangkaian kegiatan yang berlangsung di Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis, Jalan Pramuka, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Minggu (26/7/2026), menghadirkan panggung budaya yang merayakan kekayaan tradisi Melayu sekaligus mempererat hubungan masyarakat.

Penampilan seni budaya paguyuban serta permainan tradisional Egrang, Terompah Panjang, dan Congklak memeriahkan Sepekan Kenduri Adat LAMR Bengkalis bertema “Melegah Malam”, Minggu (26/7/2026)./R45/Indra.

Sejak sore, kawasan Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis mulai dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatan budaya tersebut. Antusiasme pengunjung terlihat hingga malam hari saat berbagai pertunjukan seni dan hiburan mulai menghidupkan suasana Sepekan Kenduri Adat.

Perhelatan yang digelar melalui kolaborasi LAMR Kabupaten Bengkalis bersama Bengkalis Event Organizer (BEO) tersebut tidak sekadar menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi ruang penguatan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Alkarim, mengatakan tema “Melegah Malam” menjadi bagian dari komitmen LAMR dalam menjaga keberlanjutan adat dan budaya Melayu melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, kenduri adat tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus meneruskan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Nuansa budaya Melayu terasa kuat sepanjang malam melalui beragam pertunjukan seni yang sarat makna. Penampilan Tarian Tapin Bismillah, lantunan Syair Melayu, Tarian Tabal Gempita, Tarian Timang Zapin, Tari Lempuk, pembacaan puisi, serta berbagai penampilan dari paguyuban yang berada di Kabupaten Bengkalis menghadirkan pesan tentang jati diri, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam masyarakat Melayu,” terang Datuk Seri Syaukani.

Suasana malam semakin semarak dengan hadirnya panggung hiburan yang menampilkan Anarva Band, Kompeng Band, dan Semalam Sore. Perpaduan musik tradisional dan modern yang disuguhkan para pengisi acara semakin memperkuat atmosfer perayaan sekaligus membangkitkan antusiasme masyarakat dalam rangkaian hari kedua CFN Sepekan Kenduri Adat LAMR Kabupaten Bengkalis.

Datuk Seri Syaukani menegaskan bahwa sinergi bersama Bengkalis Event Organizer (BEO) diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan festival budaya yang mampu mempertemukan pelestarian tradisi, penguatan ekonomi lokal, dan partisipasi masyarakat dalam satu perayaan yang bermakna.

Melalui tema “Melegah Malam”, Sepekan Kenduri Adat LAMR Kabupaten Bengkalis kembali menegaskan bahwa warisan budaya Melayu bukan hanya perlu dijaga, tetapi juga harus terus dihidupkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar tetap menjadi bagian dari identitas daerah di tengah perubahan zaman.**