Rakyat45.com, Meranti – Akses langsung Meranti–Malaysia kini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai langkah menjawab keluhan masyarakat terhadap mahalnya biaya perjalanan menuju negeri jiran.
Aspirasi yang selama ini disuarakan warga, terutama dari Kecamatan Rangsang, langsung direspons melalui rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, Senin (27/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati itu mempertemukan Kantor Imigrasi Selatpanjang, KSOP, Pelindo, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk merumuskan solusi yang mampu mempermudah mobilitas masyarakat tanpa mengesampingkan ketentuan hukum maupun aspek keselamatan pelayaran.
Hadir dalam rapat tersebut Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Dendi Surya Agung Nugraha, Kepala KSOP Selatpanjang Derita Di Prasetyo, Manager Operasional Pelindo Selatpanjang Bruri Sumantri, para Asisten Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kabag Hukum Setda, serta sejumlah pejabat terkait.
Bupati Asmar menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Malaysia.
“Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat Meranti yang ingin berangkat ke Malaysia, namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Asmar.
Selama ini masyarakat Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, harus lebih dulu menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Rute tersebut membuat biaya perjalanan meningkat karena sebagian penumpang harus menginap sebelum jadwal keberangkatan kapal internasional.
Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah membahas sejumlah opsi, mulai dari mendorong kapal internasional rute Selatpanjang–Malaysia singgah di Tanjung Samak hingga penambahan armada dan penyesuaian jadwal keberangkatan agar akses masyarakat Rangsang menjadi lebih efisien.
Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, Dendi Surya Agung Nugraha, menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah daerah melalui pelayanan keimigrasian yang optimal demi mempermudah mobilitas masyarakat.
Senada dengan itu, Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Di Prasetyo, mengatakan pihaknya akan mengkaji kemungkinan penerapan skema keberangkatan langsung dari Tanjung Samak menuju Malaysia. Namun, menurutnya, rencana tersebut masih memerlukan koordinasi lintas instansi sebelum dapat direalisasikan.
Selain menyiapkan solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus memperjuangkan peningkatan status pelabuhan di wilayah Rangsang menjadi pelabuhan internasional. Usulan tersebut telah diajukan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses perizinan.
“Apabila terealisasi, pelabuhan internasional di Rangsang diyakini akan memperkuat konektivitas transportasi laut, memangkas biaya perjalanan masyarakat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.” ucap Derita Di Prasetyo.
Dalam rapat itu, peningkatan fasilitas Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang juga menjadi perhatian. Manager Operasional Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, mengatakan pembenahan terus dilakukan, termasuk peningkatan fasilitas ruang tunggu penumpang guna memberikan pelayanan yang lebih nyaman.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan arus penumpang sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dan mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pelabuhan.
Menutup rapat, Bupati Asmar memastikan pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan berkelanjutan.
“Yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, dan sesuai aturan,” pungkasnya.**












