Rakyat45.com, Pekanbaru – Pelebaran U-Turn Jalan Tuanku Tambusai segera dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebagai langkah awal mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang SKA Pekanbaru.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, proyek tersebut dijadwalkan mulai berproses pada Juli 2026. Pelebaran akan dilakukan pada dua titik strategis di Jalan Tuanku Tambusai atau Jalan Nangka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, lokasi yang menjadi prioritas berada di depan Rumah Sakit Hermina dan satu titik lainnya sebelum Masjid Raudhatul Jannah.
“Pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai segera kita lakukan, InsyaAllah bulan Juli sudah mulai proses,” kata Zulfahmi kepada awak media, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, pelebaran fasilitas putar balik kendaraan tersebut merupakan bagian dari penataan sistem lalu lintas baru yang tengah disiapkan Pemprov Riau. Kebijakan itu berkaitan dengan rencana penutupan jalan di bawah flyover Simpang SKA serta penghapusan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut.
Dari pantauan Rakyat45.com, Hari (23/6/2026), rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk mengurangi antrean kendaraan yang kerap terjadi di pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai, terutama pada jam sibuk.
“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, dan kemacetan ini sering dikeluhkan warga,” sebut Zulfahmi.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pelebaran hanya difokuskan di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai. Sementara ruas Jalan Soekarno-Hatta dinilai masih cukup terlayani dengan keberadaan jembatan layang yang telah beroperasi.
Meski demikian, Pemprov Riau tidak menutup kemungkinan memperluas program tersebut apabila evaluasi di lapangan menunjukkan kebutuhan tambahan fasilitas putar balik kendaraan.
“Namun kita lihat perkembangan, jika memang diperlukan bisa saja nanti kita lakukan pelebaran U-Turn di depan Hotel Grand Suka juga dan U-Turn di depan Lotte Mart,” tutupnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa perubahan manajemen lalu lintas di kawasan Simpang SKA merupakan upaya untuk mengoptimalkan fungsi flyover yang dibangun guna mengatasi kemacetan.
Menurutnya, keberadaan lampu merah dan pergerakan kendaraan dari sejumlah pusat perbelanjaan masih menjadi penyebab utama perlambatan arus kendaraan di kawasan tersebut.
“Jadi kita akan ciptakan arus lalu lintas baru dengan menutup lampu merah di Simpang SKA,” tegas SF Hariyanto.
Ia memastikan rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini sebagai bagian dari percepatan penanganan kemacetan di salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kota Pekanbaru.
“Tahun ini kita gesa. Supaya tak ada lagi kepadatan di sana. Karena keluar masuk kendaraan dari dua pusat perbelanjaan sekaligus,” pungkasnya.***












