Banner Website
Politik

Musancab PDI Perjuangan Siak Matangkan Strategi Rebut Kemenangan Pemilu

10
×

Musancab PDI Perjuangan Siak Matangkan Strategi Rebut Kemenangan Pemilu

Sebarkan artikel ini
Musancab PDI Perjuangan Siak Matangkan Strategi Pemilu
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau sekaligus Bupati Pelalawan Zukri Misran berasama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Musancab PDI Perjuangan Siak menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan strategi menghadapi Pemilu mendatang. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Siak menegaskan target mengembalikan dominasi partai melalui penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di Hotel Luxe Siak, Sabtu (4/7/2026), diikuti pengurus dan kader dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Siak.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau sekaligus Bupati Pelalawan Zukri Misran, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Riau sekaligus Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto, Wakil Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Riau Aswandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar, Kepala Badan Kesbangpol Siak Zulfikri, Ketua KPU Siak Said Darma Setiawan, Komisioner Bawaslu Siak, perwakilan partai politik, jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Siak, serta seluruh pengurus PAC.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin, menegaskan Musancab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat soliditas kader menghadapi kontestasi politik.

“Musancab ini bukan hanya rutinitas ataupun formalitas. Ini adalah forum untuk menyusun strategi agar PDI Perjuangan kembali menjadi partai pemenang di Kabupaten Siak,” tegas Irving.

Ia mengajak seluruh kader meninggalkan ego sektoral dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam membesarkan partai. Menurutnya, PDI Perjuangan merupakan rumah besar yang dibangun secara kolektif tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang.

“Kita harus memilih pengurus yang solid, siap bekerja keras, berjuang tanpa lelah, dan memiliki komitmen membesarkan partai. Kita pernah memiliki sembilan kursi di DPRD, dan ke depan kita menargetkan Siak kembali menjadi lumbung suara PDI Perjuangan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Irving juga menegaskan PDI Perjuangan akan tetap menjalankan fungsi sebagai mitra sekaligus penyeimbang pemerintah daerah. Menurutnya, setiap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat akan didukung, sedangkan kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat akan dikritisi secara konstruktif.

“Yang paling utama bagi kami adalah kesejahteraan masyarakat. Kami akan mendukung setiap program pemerintah yang pro rakyat, namun jika ada kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu, tentu akan menjadi perhatian dan kritik kami,” katanya kepada Rakyat45.com, Minggu (5/7/2026).

Saat ini PDI Perjuangan memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Siak. Karena itu, ia menilai kekompakan kader menjadi modal utama untuk meningkatkan elektabilitas sekaligus menambah perolehan kursi pada Pemilu mendatang.

“Kita ingin memperbesar kekuatan politik agar perjuangan untuk masyarakat bisa dilakukan lebih maksimal, baik di DPRD Kabupaten, Provinsi maupun DPR RI,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, Zukri Misran, mengingatkan bahwa berpartai merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar kekuasaan.

“Berpartai adalah ibadah. Melalui partai kita bisa hadir membantu rakyat. Karena itu kader harus benar-benar memahami dan mengamalkan ideologi partai, terutama nilai-nilai marhaenisme yang diajarkan Bung Karno, yakni berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Zukri.

Selain memperkuat ideologi kader, Zukri memperkenalkan program pemberdayaan ekonomi melalui pembagian sekitar 9.000 bibit pohon aren kepada pengurus PAC dan ranting. Setiap rumah kader ditargetkan menanam sedikitnya 10 batang pohon aren sebagai investasi ekonomi jangka panjang.

“Kalau nanti tiga batang saja sudah bisa dipanen, setiap hari menghasilkan sekitar 30 liter nira. Dengan harga jual Rp10 ribu per liter, pendapatan yang diperoleh bisa mencapai Rp300 ribu per hari. Ini memang langkah kecil, tetapi dampaknya sangat berarti bagi ekonomi kader dan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Zukri, program tersebut menjadi bukti bahwa keberpihakan kepada masyarakat harus diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga. Itulah hakikat berpartai dan implementasi ideologi marhaenisme yang diwariskan Bung Karno,” tutupnya.

Usai Musancab, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon aren secara simbolis di kediaman salah seorang pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Siak sebagai penanda dimulainya program penghijauan sekaligus pemberdayaan ekonomi kader.

Penanaman pohon aren tersebut menjadi rangkaian penutup Musancab sekaligus simbol dimulainya program ekonomi produktif bagi kader PDI Perjuangan di Kabupaten Siak.***