Banner Website
Politik

Ketua DPRD Riau Minta Dugaan Kecelakaan Kerja di Tanjung Buton Diusut Tuntas

11
×

Ketua DPRD Riau Minta Dugaan Kecelakaan Kerja di Tanjung Buton Diusut Tuntas

Sebarkan artikel ini
DPRD Riau Minta Kecelakaan Kerja Tanjung Buton Diusut
Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto. (R45/S)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto meminta seluruh instansi terkait mengusut tuntas dugaan kecelakaan kerja di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang terjadi pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

Insiden tersebut terjadi saat sebuah kapal pompong yang mengangkut tujuh orang melakukan kegiatan draft survey terhadap kapal MV Himala yang membawa muatan cangkang untuk diekspor ke Jepang. Kapal pompong itu dilaporkan tenggelam di tengah laut.

Dari tujuh orang yang berada di atas kapal, tiga orang berhasil selamat, tiga ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban hingga kini masih dalam proses pencarian.

Korban selamat masing-masing adalah CO MV Himala, Hamdi dari Agen SMA, dan Gading selaku nahkoda pompong. Sementara korban meninggal dunia yakni Ilham (Surveyor PT Carsurin), Aditia Waskita (Petugas Bea Cukai), dan Desmond Nataldo (Shipper PT KIMI). Adapun satu korban yang masih dicari adalah Febri, Surveyor PT Sucofindo.

Kaderismanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap korban yang masih hilang segera ditemukan.

Sebagai Ketua DPRD Riau, ia menegaskan penyebab kecelakaan harus diungkap secara menyeluruh. Apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kami meminta seluruh instansi terkait melakukan investigasi secara menyeluruh. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang. Jika ada kelalaian dalam penerapan K3, maka harus diusut tuntas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” kata Kaderismanto kepada Rakyat45.com, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, informasi awal menyebutkan kegiatan draft survey dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB di tengah laut. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan pekerja.

Ia juga meminta penggunaan kapal pompong kayu sebagai sarana pelaksanaan draft survey dievaluasi. Pihak terkait diminta menjelaskan apakah armada yang digunakan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.

Selain itu, Kaderismanto menekankan pentingnya memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia sebelum pekerja diberangkatkan ke lokasi kerja, termasuk penggunaan life jacket dan kelayakan kapal yang digunakan.

“Kami juga akan meminta penjelasan resmi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau mengenai penerapan K3 dalam kegiatan tersebut, termasuk SOP pekerjaan pada malam hari di tengah laut, pengawasan terhadap aktivitas kerja berisiko tinggi, serta langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.***