Banner Website
Daerah

Viral Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Koto Mesjid Swadaya Tambal Jalan Rusak Penghubung Riau-Sumbar

50
×

Viral Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Koto Mesjid Swadaya Tambal Jalan Rusak Penghubung Riau-Sumbar

Sebarkan artikel ini
Warga Koto Mesjid Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Viral
Jalan rusak Koto Mesjid yang sebelumnya viral akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Koto Mesjid bersama masyarakat, Minggu (5/7/2026). R45/Y

Rakyat45.com, Pekanbaru – Jalan rusak Koto Mesjid yang sebelumnya viral akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Koto Mesjid bersama masyarakat, Minggu (5/7/2026). Perbaikan dilakukan karena ruas jalan tersebut belum juga mendapat penanganan dari pemerintah, padahal menjadi akses vital penghubung Riau dan Sumatera Barat.

Pantauan Rakyat45.com, gotong royong dimulai sejak pagi hingga sore hari. Perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK, tokoh masyarakat, hingga warga bahu-membahu menimbun lubang menggunakan batu kerikil. Sejumlah titik lainnya dicor memakai campuran semen, pasir, dan kerikil agar kondisi jalan lebih aman dilalui.

Jalan yang sebelumnya kerap tergenang air kini telah diperbaiki. Beberapa titik pengecoran ditutup sementara selama dua hari untuk memberi waktu agar material mengeras dengan sempurna.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Koto Mesjid, Ahmad Alihanafia, S.Sos, mengatakan perbaikan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sembari menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah.

“Kami bersama tokoh masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya karena kondisi jalan sudah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, membahayakan pengguna jalan, serta berpotensi menyebabkan kerusakan kendaraan,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Ahad (5/7/2026).

Menurut Ali, hingga kini belum ada kepastian apakah ruas jalan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau atau Pemerintah Kabupaten Kampar. Padahal, jalan yang menghubungkan Desa Silam, Kecamatan Kuok, menuju Desa Koto Mesjid hingga Desa Pulau Gadang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.

Selain menjadi akses utama masyarakat, ruas tersebut juga merupakan jalur penghubung antarprovinsi yang dilalui kendaraan dari Riau menuju Sumatera Barat maupun sebaliknya. Jalan ini juga menjadi akses menuju Jalan Nasional Riau–Sumbar dan Gerbang Tol XIII Koto Kampar.

Kerusakan jalan bahkan telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas. Salah satu titik paling rawan berada di kawasan Bukit Keramat, tanjakan terjal di perbatasan Desa Koto Mesjid dan Desa Silam yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

Ali mengaku bersyukur karena aksi gotong royong mendapat dukungan luas dari masyarakat, baik berupa tenaga, material, hingga bantuan dana. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kanit Samapta Polsek XIII Koto Kampar, Iptu Musmuliadi SH, yang turut menjadi penggagas kegiatan sekaligus membantu penyediaan material.

“Alhamdulillah, berkat bantuan para tokoh masyarakat terkumpul material berupa dua truk Colt Diesel serta empat mobil L-300 yang mengangkut batu kerikil dan pasir. Ada juga sumbangan dana untuk pembelian semen. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, BPD, perangkat desa, hingga ibu-ibu PKK yang ikut membantu menyiapkan konsumsi selama gotong royong,” katanya kepada Rakyat45.com, Ahad (5/7/2026).

Ia juga mengapresiasi para pengendara yang melintas dan memberikan bantuan dana secara sukarela. Masyarakat serta pengguna jalan diimbau bersabar karena sebagian ruas masih ditutup sementara hingga proses pengecoran selesai.

Ali menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa hanya mampu memperbaiki ruas jalan yang berada di wilayah Desa Koto Mesjid. Sementara kerusakan di titik lainnya masih menunggu penanganan pemerintah.

Menurutnya, proposal perbaikan telah diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar sejak awal Juni 2026, meski ruas jalan tersebut disebut-sebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Pemdes juga telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Riau agar anggaran perbaikan segera dialokasikan.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar dapat segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki ruas jalan ini sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” harapnya kepada Rakyat45.com, Minggu (5/7/2026).***