Banner Website
Peristiwa

127 Warga Binawidya Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Pekanbaru Fokus Deteksi Dini Penyakit

19
×

127 Warga Binawidya Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Pekanbaru Fokus Deteksi Dini Penyakit

Sebarkan artikel ini
127 Warga Binawidya Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Layanan kesehatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al Qodariyah, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya, Jumat (10/7/2026). (R45/S)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Cek kesehatan gratis di Pekanbaru diikuti sedikitnya 127 warga Kecamatan Binawidya. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo itu bertujuan mendeteksi dini berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Layanan kesehatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al Qodariyah, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya, Jumat (10/7/2026), bertepatan dengan peluncuran Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.

Dalam kegiatan itu, warga memperoleh berbagai layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, mulai dari pengecekan tekanan darah, tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, gigi, hingga pemeriksaan kadar gula darah.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Doris, mengatakan kolaborasi antara komunitas dan fasilitas kesehatan menjadi langkah efektif untuk memperluas akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini penting karena menunjang program puskesmas, terutama dalam meningkatkan pelayanan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Semoga kegiatan ini dapat terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Binawidya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, H. Dedy Sambudy, menjelaskan program cek kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendeteksi dini penyakit yang banyak dialami masyarakat Pekanbaru, yang saat ini berjumlah sekitar 1,37 juta jiwa.

Menurutnya, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk melakukan pengendalian penyakit melalui pemantauan kesehatan secara berkala.

“Apalagi penyakit terbanyak saat ini adalah hipertensi yang berisiko stroke, sehingga penyakit ini perlu dikendalikan. Begitu juga penyakit diabetes. Kalau sudah diidentifikasi, tentu masyarakat lebih berhati-hati dan selalu melakukan kontrol di Puskesmas,” paparnya.

Dedy berharap masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas secara rutin agar gangguan kesehatan dapat diketahui sejak dini dan segera ditangani.

“Harapannya masyarakat bisa patuh melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas. Sebab jika terindikasi ada masalah kesehatan, maka bisa langsung diobati dan tidak sampai dirawat. Kalau tidak dirawat tentu pembiayaan menjadi ringan,” cetusnya.

Ia menambahkan, hasil identifikasi kondisi kesehatan masyarakat juga membantu puskesmas dalam menyusun kebutuhan obat-obatan secara lebih tepat sasaran.

“Begitu juga petugas dinas kesehatan, dengan teridentifikasi masalah kesehatan masyarakat tentu Puskesmas sudah bisa memetakan obat-obat yang dibutuhkan dalam melayani masyarakat sekitar. Dengan begitu perencanaan pengadaan obat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” tutupnya.***