Rakyat45.com, Bengkalis – Ribuan scooterist yang segera memadati pesisir Bengkalis tidak hanya membawa deru mesin Vespa, tetapi juga harapan baru bagi geliat ekonomi lokal dan pariwisata daerah.
Lewat Gebyar Scooter Lancang Kuning (GSLK) XVI, pertemuan komunitas itu menjelma menjadi ruang yang mempertemukan persaudaraan, pemberdayaan UMKM, dan promosi wisata dalam semangat “Satu Vespa Sejuta Saudara”.
Lebih dari sekadar ajang berkumpul, GSLK XVI dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku UMKM, masyarakat, dan sektor pariwisata.
Berpusat di kawasan Pelabuhan Bandar Sri Laksamana dan Lapangan Pasir Andam Dewi, perhelatan ini diharapkan memberi manfaat yang melampaui sebuah event, sekaligus memperkuat posisi Bengkalis sebagai destinasi wisata berbasis komunitas di pesisir timur Sumatera.
Tema “Satu Vespa Sejuta Saudara” menjadi ruh utama penyelenggaraan GSLK XVI. Vespa dipandang bukan sekadar kendaraan klasik, melainkan simbol persaudaraan yang mampu menyatukan berbagai latar belakang.
Nilai tersebut menjadi landasan untuk mempererat silaturahmi, memperluas kolaborasi, berbagi pengalaman, dan membangun solidaritas antarkomunitas tanpa dibatasi semangat persaingan.
Ketua Panitia GSLK XVI, Zulfan, mengatakan lebih dari 1.000 scooterist dari Riau, Sumatera Barat, Jambi, Medan, Lampung, hingga Malaysia dipastikan hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
“Insya Allah lebih dari 1.000 scooter atau Vespa akan hadir di Bengkalis. Ini menjadi momentum besar untuk mempererat persaudaraan sesama pencinta Vespa,” ujar Zulfan.
Menurutnya, penyelenggaraan GSLK XVI sengaja diselaraskan dengan Hari Jadi ke-514 Bengkalis. Agenda bergilir komunitas Vespa se-Provinsi Riau yang telah memasuki penyelenggaraan ke-16 itu terlaksana sepenuhnya secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD.
“Kami bangga Bengkalis dipercaya menjadi tuan rumah. Seluruh kegiatan terlaksana secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso, Forkopimda, Anggota DPRD Bengkalis Bobi Kurniawan, para mitra, sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, GSLK XVI juga menghadirkan promosi budaya, kegiatan sosial, dan hiburan yang dipadukan dengan Car Free Night (CFN). Perpaduan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pesona kawasan pesisir Bengkalis kepada tamu dari berbagai daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bengkalis hadir dan meramaikan GSLK XVI. Insya Allah suasananya akan berbeda dengan keindahan pantai serta berbagai hiburan yang telah kami siapkan,” tutup Zulfan.
Sementara itu, Ketua Bengkalis Event Organizer (BEO), Muhammad Rahim, yang akrab disapa Adek, mengatakan konsep penyelenggaraan tahun ini sengaja mengangkat karakter pesisir Bengkalis sebagai identitas utama acara.
“Kami ingin menghadirkan konsep seperti event-event besar di Yogyakarta, tetapi tetap mempertahankan ciri khas Bengkalis dengan panorama lautnya. Harapannya, setiap peserta membawa pengalaman dan kesan mendalam setelah mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Sekitar 160 pelaku UMKM akan ikut meramaikan Car Free Night di Lapangan Pasir Andam Dewi. Kehadiran mereka bersama panggung hiburan diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata Bengkalis.
Adek menambahkan, tata kawasan telah dipersiapkan agar nyaman bagi masyarakat maupun tamu dari luar daerah. Konsep tersebut akan terus dikembangkan sehingga GSLK berpeluang tumbuh menjadi agenda wisata tahunan yang semakin besar dan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Bengkalis.
Melalui semangat “Satu Vespa Sejuta Saudara”, GSLK XVI tidak hanya mempertemukan ribuan pencinta Vespa, tetapi juga memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, UMKM, sponsor, dan masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan wisata berbasis komunitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir Bengkalis secara berkelanjutan.**












