Rakyat45.com, Bengkalis – Ketika ribuan scooterist berkumpul di Negeri Junjungan, yang hadir bukan sekadar pesta komunitas. Gebyar Scooter Lancang Kuning (GSLK) XVI menjelma menjadi ruang kolaborasi yang menggerakkan ekonomi, memperkenalkan pariwisata, sekaligus membuktikan bahwa gotong royong mampu menghadirkan agenda besar tanpa bergantung pada APBD.
Ketua Panitia GSLK XVI, Zulfan, ST, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kolaborasi sponsor, donatur, komunitas scooter se-Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Bengkalis Event Organizer (BEO), Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan sponsor, donatur, komunitas scooter se-Provinsi Riau, serta kerja sama semua pihak. Tanpa kebersamaan ini, kegiatan sebesar GSLK XVI tidak akan berjalan dengan sukses,” katanya.
Menurut Zulfan, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana tanpa menggunakan dana APBD. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama yang memungkinkan agenda tahunan komunitas scooter itu berlangsung sukses.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, Bupati Bengkalis ke-14 H. Amril Mukminin, Wakil Bupati Bagus Santoso, Ketua DPRD Septian Nugraha, Bengkalis Event Organizer (BEO), Forkopimda, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, OPD terkait, para donatur di Pulau maupun daratan Bengkalis, serta seluruh komunitas scooter yang telah berkontribusi.
Zulfan menambahkan, berdasarkan sistem rotasi tingkat Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis diperkirakan kembali menjadi tuan rumah GSLK pada 2038. Selain itu, komunitas scooter juga memiliki agenda Kumpul Bareng Scooter Se-Sumatera (KBSS), sementara kiprah Vespa Indonesia semakin dikenal dunia setelah Indonesia menjadi tuan rumah World Vespa Days 2023 di Bali.
“Ia menyebutkan, GSLK XVI menjadi ruang pertemuan para pecinta scooter dari berbagai daerah, bahkan turut dihadiri komunitas dari negeri tetangga Malaysia. Menurutnya, kehadiran peserta lintas negara memperlihatkan bahwa nilai persaudaraan dalam dunia Vespa memiliki jaringan yang luas dan terus berkembang.
“Bagi kami, GSLK bukan sekadar agenda komunitas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi daerah, mulai dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya kunjungan wisatawan, hingga bergeraknya roda perekonomian masyarakat,” tutup Zulfan.
Sementara itu, Ketua Ikatan Scooter Se-Provinsi Riau menegaskan GSLK merupakan implementasi semangat “Satu Vespa Sejuta Saudara”. Menurutnya, komunitas scooter tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga harus mampu membangun kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM dan perputaran ekonomi lokal.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembukaan resmi GSLK XVI oleh Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Syahruddin pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Syahruddin menyampaikan bahwa kehadiran ribuan scooterist menjadi kehormatan bagi Kabupaten Bengkalis sekaligus mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan dalam komunitas Vespa.
Menurutnya, GSLK tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi media memperkenalkan potensi wisata, budaya Melayu, kuliner khas, serta keramahan masyarakat Negeri Junjungan.
Ia mengajak seluruh peserta menikmati destinasi wisata Bengkalis, mencicipi durian yang tengah memasuki musim panen, dan memanfaatkan berbagai layanan administrasi kependudukan yang disediakan pemerintah selama kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gebyar Scooter Lancang Kuning XVI Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Syahruddin.**












