Banner Website
Daerah

PKK Condongcatur Ubah Tempe Jadi Kreasi Kuliner Modern Bernilai Gizi

19
×

PKK Condongcatur Ubah Tempe Jadi Kreasi Kuliner Modern Bernilai Gizi

Sebarkan artikel ini
Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto saat memberikan apresiasi terhadap Lomba Memasak Berbahan Dasar Tempe yang mendorong pemanfaatan pangan lokal bergizi dan mendukung percepatan penurunan stunting. Rabu (29/7/2026)./R45/Agus.

Rakyat45.com, Sleman – Kreativitas mengubah tempe menjadi sajian bernilai tinggi terlihat dalam Lomba Memasak Berbahan Dasar Tempe yang digelar Tim Penggerak PKK Kalurahan Condongcatur. Bukan sekadar hidangan rumahan, tempe tampil sebagai pangan lokal yang mampu bertransformasi menjadi menu modern, bergizi, dan memiliki potensi ekonomi.

Mengusung tema “Cita Rasa Nusantara, Menembus Batas Kuliner Modern”, kegiatan yang berlangsung di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman. Rabu (29/7/2026), tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengeksplorasi inovasi pengolahan pangan lokal.

Sebanyak 18 padukuhan mengikuti perlombaan dengan menampilkan berbagai kreasi olahan tempe dalam dua kategori, yakni olahan basah dan olahan kering. Sajian yang dihadirkan peserta tidak hanya mengutamakan cita rasa, tetapi juga memperhatikan nilai gizi serta daya tarik bagi anak-anak dan keluarga.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, mengapresiasi kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

“Kegiatan ini menjadi media edukasi untuk menghadirkan menu yang bergizi, aman, beragam, dan seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal. Harapannya lahir inovasi menu sehat yang dapat diterapkan di setiap keluarga sehingga anak-anak Condongcatur tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Maslina Dalimunthe, menilai lomba tersebut menunjukkan kemampuan kader dalam menghadirkan variasi baru dari bahan pangan yang mudah ditemukan masyarakat.

“Tempe merupakan pangan lokal yang kaya gizi. Melalui lomba ini, kita melihat berbagai inovasi olahan yang menarik, memiliki nilai gizi, dan berpotensi disukai anak-anak maupun keluarga,” katanya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari unsur chef, ahli gizi Puskesmas Depok II, dan TP PKK. Aspek yang menjadi pertimbangan meliputi kreativitas, cita rasa, nilai gizi, penyajian, kebersihan, serta nilai ekonomis produk.

Hasil penilaian menetapkan Padukuhan Pringwulung sebagai juara pertama kategori olahan basah, diikuti Ngringin dan Dabag. Untuk kategori olahan kering, juara pertama diraih Padukuhan Pondok, disusul Kentungan dan Gejayan.

Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menegaskan pemerintah kalurahan akan terus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pengembangan pangan lokal.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap masyarakat semakin kreatif memanfaatkan tempe sebagai sumber protein berkualitas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama dalam mendukung penurunan stunting.**