RAKYAT45.COM – Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang Festival Pacu Jalur Nasional (FPJN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026. Koordinasi dilakukan untuk memastikan perhelatan budaya tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.
Hal itu ditandai dengan rapat koordinasi eksternal dan ekspose pelaksanaan FPJN 2026 di Ruang Rupatama Polres Kuansing, Kamis (30/7/2026). Rapat dipimpin Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing melalui Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing Ir. Emerson, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing H. Yulizar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Hendri Wahyudi, S.E., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PKP) Rio Kasyterwandra, S.Sos., M.M., serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Jajaran internal kepolisian juga hadir, mulai dari Wakapolres, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), para kepala satuan (kasat), hingga Ketua Umum FPJN 2026 Andi Cahyadi bersama panitia pelaksana.
Dalam arahannya, Hidayat Perdana mengatakan FPJN bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menarik ribuan pengunjung dan tamu dari berbagai daerah. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan pengamanan dari seluruh pihak yang terlibat.
“Festival ini akan dihadiri ribuan pengunjung dan tamu undangan. Kita ingin mereka merasa aman dan nyaman selama berada di Kuansing. Oleh karena itu, sinergi antara Polres, panitia, dan seluruh instansi terkait harus terus diperkuat,” tegasnya.
Kapolres memastikan kepolisian akan mengerahkan kekuatan untuk menjaga keamanan selama festival berlangsung. Pengamanan akan dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan keramaian, jalur transportasi, lokasi strategis, serta sepanjang Sungai Kuantan yang menjadi arena utama perlombaan.
“Kami akan mengatur pola pengamanan secara menyeluruh, baik di titik keramaian, jalur transportasi, hingga lokasi-lokasi strategis lainnya. Semua ini demi memastikan festival berjalan lancar tanpa gangguan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPJN 2026 Andi Cahyadi menyoroti penataan kawasan Expo dan lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, penataan kawasan tersebut penting karena menjadi salah satu bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat selama festival.
“Penataan kawasan Expo dan lapak UMKM harus benar-benar diperhatikan. Kita ingin suasana yang rapi, tertib, dan nyaman, sehingga pengunjung betah dan pelaku usaha bisa merasakan dampak ekonomi secara maksimal,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah aspek teknis, antara lain sistem pengamanan terpadu di darat dan sungai, kesiapan pos pelayanan kesehatan, pengaturan lalu lintas, serta manajemen parkir.
Dinas Perhubungan diminta menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Sementara Dinas Kesehatan dan BPBD diarahkan memastikan kesiapan tenaga medis serta penanganan kondisi darurat selama kegiatan.
Satpol PP dan instansi terkait juga diminta memperkuat pengawasan di area publik, termasuk penertiban pedagang dan pengunjung agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai potensi gangguan selama pelaksanaan FPJN 2026. Festival Pacu Jalur merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang juga menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah.
Dengan persiapan pengamanan dan koordinasi antarlembaga yang terus dimatangkan, pelaksanaan FPJN 2026 diharapkan berlangsung aman dan tertib serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kuansing.***












