RAKYAT45.COM – Pemulihan gambut Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Pemerintah Provinsi Riau menilai restorasi kawasan harus dilanjutkan dengan pemeliharaan tata air dan keterlibatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni di Tanjung Leban, Rabu (30/9/2026). Menurutnya, semangat gotong royong diperlukan untuk memastikan kawasan yang telah dipulihkan tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Bagi saya, hari ini adalah gotong royong. Sebagaimana yang pernah disampaikan Bapak Presiden, seperti inilah yang harus kita kerjakan dan kita pertahankan. Kita tidak hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi bagaimana sejak awal kita menjaga, memulihkan yang sudah terganggu, dan memastikan masyarakat ikut menjadi bagian dari pekerjaan ini,” kata SF Hariyanto di Bengkalis, Rabu (30/9/2026).
Menurut SF Hariyanto, pendekatan tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya bergerak ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat pencegahan melalui pemeliharaan kawasan gambut dan ekosistem yang telah dipulihkan.
Pengalaman pemulihan di Tanjung Leban juga dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kawasan gambut di wilayah lainnya. Proses restorasi membutuhkan pemeliharaan setelah program pemulihan dan pembangunan infrastruktur selesai dilakukan.
“Pengalaman di Tanjung Leban ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa pemulihan gambut harus dijaga secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan program dan infrastruktur, tetapi tata airnya juga harus dijaga,” jelasnya.
Tata air menjadi salah satu bagian penting dalam mempertahankan kondisi kawasan gambut setelah proses pemulihan. Karena itu, infrastruktur yang telah dibangun perlu dikelola dan dipelihara agar tetap berfungsi sesuai tujuan restorasi ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang turun langsung melihat kondisi kawasan gambut di Tanjung Leban. Kehadiran pemerintah pusat disebut memberikan dukungan bagi upaya pengelolaan gambut di Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis.
“Secara khusus, atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Menhut RI yang telah berkenan hadir langsung bersama kita di Tanjung Leban hari ini. Kehadiran Bapak Menteri memberikan dorongan semangat dan dukungan moral yang sangat penting bagi Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis,” ucapnya.
SF Hariyanto menegaskan agenda di Tanjung Leban tidak hanya berkaitan dengan satu lokasi restorasi. Kawasan yang telah dipulihkan perlu terus dijaga agar fungsi ekologisnya berjalan, sementara masyarakat tetap memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam pengelolaan lingkungan.
“Agenda yang kita lakukan hari ini bukan sekadar mengenai satu lokasi restorasi, melainkan bagaimana gambut yang telah kita pulihkan dapat terus terjaga tata airnya, tetap berfungsi secara ekologis, dan masyarakat terus terlibat aktif dalam menjaga ekosistemnya,” pungkasnya.***












