Banner Website
Peristiwa

Lansia 80 Tahun Hilang di Perkebunan Meranti, Tim SAR Lakukan Pencarian

17
×

Lansia 80 Tahun Hilang di Perkebunan Meranti, Tim SAR Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Lansia Hilang di Meranti, Tim SAR Lakukan Pencarian
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria lanjut usia berinisial SLT (80) yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. (R45/s)

RAKYAT45.COM – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria lanjut usia berinisial SLT (80) yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

SLT dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Kamis (7/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga Senin (10/8/2026), korban masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, laporan mengenai hilangnya SLT diterima pada Minggu (9/8/2026) dari Bhabinkamtibmas Desa Maini.

“Setelah menerima informasi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian dan berkoordinasi dengan unsur SAR yang telah berada di lokasi,” ujar Budi dalam laporan perkembangan operasi SAR, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, korban diketahui tidak berada di rumah dan keberadaannya tidak diketahui. Keluarga sebelumnya telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar rumah maupun lokasi yang biasa didatangi korban, namun belum membuahkan hasil.

Pada Jumat (8/8/2026), pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun I. Pencarian selanjutnya dilakukan bersama warga dengan menyisir kawasan sekitar rumah hingga area perkebunan yang memiliki sejumlah akses dan jalur yang diperkirakan dapat dilalui korban.

Tim SAR Sisir Area Perkebunan

Sebanyak enam personel Rescuer Unit Siaga SAR Meranti diberangkatkan menuju lokasi pada Minggu (9/8/2026). Setibanya di lokasi, Tim Rescue langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya.

Pencarian hari pertama dilakukan dengan menyisir area di sekitar lokasi kejadian sejauh kurang lebih 2 kilometer. Namun, hingga pencarian berakhir pada pukul 18.30 WIB, korban belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing dan menghentikan sementara pencarian untuk dilanjutkan pada hari berikutnya.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Senin (10/8/2026), Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WIB sebelum melanjutkan penyisiran.

Pencarian dilakukan menggunakan metode ESAR (Explore Search and Rescue) tipe 1 dengan pola penyisiran arah utara-selatan sesuai rencana operasi SAR.

Area pencarian mencakup kawasan perkebunan di sekitar perkiraan lokasi kejadian dengan batas koordinat yang telah ditentukan oleh Tim SAR.

Budi mengatakan seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian diingatkan untuk mengutamakan keselamatan selama proses penyisiran.

“Personel dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan selama proses penyisiran, termasuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kondisi medan,” tambahnya.***