Rakyat45.com, Meranti – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (17/8/2026), membawa pesan yang melampaui perayaan. Bersamaan dengan upacara kemerdekaan, Pemerintah Desa Alai kembali menyuarakan ancaman abrasi yang perlahan menggerus kawasan pesisir dan mengubah bentang wilayah desa.
Upacara digelar dengan melibatkan perangkat desa, masyarakat, serta pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelda Syafi’i selaku Danpos Ramil Tebing Tinggi Barat turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut.
Kepala Desa Alai, Jonnedi, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Ia juga berharap Kabupaten Kepulauan Meranti semakin baik serta mendapat keberkahan ke depan.
Persoalan pesisir menjadi salah satu perhatian yang kembali disampaikan pada momentum tersebut. Jonnedi menyebut abrasi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Air laut terus mengikis wilayah Desa Alai hingga sejumlah kawasan yang sebelumnya berada di garis terdepan desa kini telah hilang.
Perubahan tersebut menempatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pada situasi yang semakin rentan. Karena itu, Pemerintah Desa Alai berharap persoalan abrasi mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Salah satu kebutuhan yang diusulkan ialah pembangunan pengaman pantai, seperti batu geronjong. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menahan gelombang dan memperlambat pengikisan garis pantai, terutama pada kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.
Bagi Pemerintah Desa Alai, pembangunan pengaman pantai tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan wilayah daratan. Langkah tersebut juga diperlukan untuk memberikan rasa aman dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Karena itu, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi Desa Alai untuk menyampaikan harapan yang konkret: semangat kemerdekaan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap wilayah pesisir yang terus menghadapi tekanan alam. Masyarakat berharap upaya perlindungan dapat segera diwujudkan sebelum abrasi kembali mengambil bagian lain dari ruang hidup mereka.**












