RAKYAT45.COM – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak cukup hanya diukur dari lonjakan volume produksi. Dampak nyata dari peningkatan hasil panen tersebut terhadap taraf hidup petani harus menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Riau Supriyadi menyatakan, daerah ini memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat pada komoditas pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, perkembangan indikator kesejahteraan seperti Nilai Tukar Petani wajib dikawal ketat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lini produksi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, NTP Riau pada Agustus 2026 tercatat berada di angka 194,66, mengalami kenaikan 0,19 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,46 persen, yang bergerak lebih tinggi daripada laju kenaikan indeks harga yang dibayar sebesar 0,26 persen. Sejalan dengan itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian turut terkerek naik menjadi 189,41.
Dana Desa 2024 di Alokasikan Pembangunan Posyandu Bukit Peninjau Satu
25 April 2024Pemprov Riau berkomitmen menjadikan instrumen data statistik sebagai landasan strategis dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu mendorong petani tidak sekadar menjadi produsen, melainkan bagian integral yang menikmati nilai tambah pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang periode RPJMD 2025โ2029.***












