Rakyat45.com, Senggoro – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat membesar hanya karena kelalaian kecil. Kondisi itu mendorong Tim Penyuluh Mabes TNI mengajak warga Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, memperkuat kewaspadaan, menjaga lingkungan, dan bertindak cepat ketika menemukan tanda-tanda kebakaran.
Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi karhutla di Aula Serbaguna Desa Senggoro, Jalan Panglima, Kecamatan Bengkalis, Rabu (2/9/2026). Edukasi itu membahas penyebab kebakaran, cara mencegahnya, serta langkah yang perlu dilakukan masyarakat saat menemukan titik api.
Tim penyuluh berjumlah tiga orang dipimpin Kolonel Laut (P) Arif Budi R. Kegiatan turut didampingi empat personel Kodim yang dipimpin Kapten Arm. Yogi Sudarso, Babinsa Koramil 01/Bengkalis Sertu Mustaqim, dan Bhabinkamtibmas Aiptu Hamdani. Perangkat Desa Senggoro, kepala dusun, ketua RT dan RW, serta masyarakat peduli bencana (MPB) turut mengikuti kegiatan.
Tim Penyuluh Mabes TNI Kolonel Taufik Efendi mengatakan penyuluhan tersebut dibangun sebagai ruang berbagi pengetahuan, bukan sekadar menyampaikan imbauan kepada masyarakat.
“Ini bukan menggurui, tetapi sharing bersama untuk memahami kenapa kebakaran terjadi dan bagaimana mencegahnya,” ujar Taufik.
Menurutnya, pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar perlu menjadi perhatian. Api yang awalnya kecil dapat cepat merambat ketika lahan kering, terutama saat cuaca panas dan angin mempercepat penyebarannya.
Mikro Resmi Jadi Perda, Kasmarni Targetkan Jadi Penggerak Ekonomi Bengkalis
5 Mei 2026Dampak karhutla juga tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Asap dapat mengganggu kesehatan, sedangkan kebakaran yang meluas berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, kehidupan sosial, serta keseimbangan ekosistem.
“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Taufik mengatakan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha, dan pengawasan di lapangan. Kolaborasi kelima unsur itu diperlukan agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.
Penugasan Mabes TNI sendiri, kata Kolonel Laut (P) Arif Budi R., merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pemantauan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
“Keseluruhan daripada perintah atau instruksi langsung dari Bapak Presiden, di mana ada itu di awal seribu perwira tinggi dan menengah. Ini sudah disampaikan 1.483 untuk tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Jadi tugas kami adalah melihat secara langsung kondisi di lapangan, apakah benar kebakaran ini diakibatkan hal-hal alami atau ulah manusia, atau ada campur tangan manusia,” ujarnya.
Dalam pemantauan tersebut, Arif turut menyoroti keberadaan kawasan hutan di Pulau Bengkalis. Ia menilai hutan perlu dipertahankan karena berfungsi sebagai penyangga lingkungan sekaligus sumber air.
“Saya berharap ke depannya Bengkalis juga ada hutan, jangan langsung putih semuanya,” katanya.
Arif juga meminta masyarakat tidak menunda laporan ketika menemukan titik api. Menurutnya, kecepatan informasi menentukan seberapa cepat api dapat dikendalikan.
“Fire spot yang ada, titik kebakaran itu dilaporkan saja harus cepat. Karena api itu kalau kecil masih bisa ditanggulangi, tapi kalau sudah besar itu susah,” ujarnya.
Pemantauan titik api, lanjut Arif, dapat diperkuat dengan memanfaatkan aplikasi yang menyediakan informasi lokasi dan koordinat. Data tersebut dapat membantu masyarakat peduli bencana maupun perangkat terkait melakukan pengecekan secara lebih cepat.
“Dengan adanya aplikasi itu tentunya bisa mendorong cepat. Misalnya di aplikasi ini ada bencana atau MPB, MPA, ini seharusnya langsung mengecek. Tentunya di situ sudah lengkap, ada lokasi, koordinat, menyebutkan desa,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan kebakaran harus mengutamakan keselamatan dan dilakukan sesuai kemampuan dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran serta BPBD. Koordinasi antarpihak diperlukan agar respons di lapangan tidak terlambat.
Sekretaris Desa Senggoro Fitriandi, A.Md., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan sekaligus membangun kepedulian warga terhadap lingkungan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada TNI dan Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada desa kami. Kami juga mengucapkan selamat datang di Desa Senggoro,” ujar Fitriandi.
Ia kemudian meminta peserta menyimak materi yang diberikan tim penyuluh dan menjadikannya sebagai pembelajaran bersama.
“Kepada kawan-kawan yang hadir hari ini, tolong didengarkan apa yang disampaikan oleh bapak-bapak di depan. Ini merupakan masukan dan pembelajaran yang baik bagi kita bersama,” katanya.
Sosialisasi berlanjut dengan sesi tanya jawab sebelum ditutup dengan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Pesan yang dibawa Mabes TNI dari Senggoro tidak berhenti pada kewaspadaan terhadap api. Perlindungan hutan, penggunaan lahan yang bertanggung jawab, pemantauan titik rawan, serta kecepatan menyampaikan informasi menjadi rangkaian penting untuk menjaga Bengkalis dari ancaman karhutla.**












