Hukum & Kriminal

Polda Riau Hancurkan Gubuk Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Positif Sabu

6
×

Polda Riau Hancurkan Gubuk Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Positif Sabu

Sebarkan artikel ini
Gubuk Narkoba Pekanbaru Dihancurkan, Dua Pria Positif Sabu
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi transaksi dan konsumsi narkotika di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru, Rabu (21/10/2026). R45/Y/H

RAKYAT45.COM – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi transaksi dan konsumsi narkotika di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru, Rabu (21/10/2026). Dalam razia gabungan tersebut, petugas juga mengamankan dua pria yang hasil tes urinenya menunjukkan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Razia dipimpin Kepala Subdirektorat (Kasubdit) II Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Bagus Faria, dengan melibatkan personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, TNI, Polresta Pekanbaru, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tim gabungan menyisir tiga titik lokasi, yakni Gang Assalam, Gang Abadi, dan Gang Ubudiyah. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan gubuk yang diduga digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkotika, kemudian menghancurkannya.

“Gubuk itu kemudian dihancurkan,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Kamis (22/10/2026).

Saat menyisir Gang Ubudiyah, petugas mengamankan dua pria di dalam sebuah rumah. Dari lokasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa plastik klip, alat isap sabu atau bong, senjata tajam, serta satu paket sisa sabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine, kedua pria tersebut dinyatakan positif mengonsumsi metamfetamina, zat yang terkandung dalam narkotika jenis sabu.

Polda Riau menyatakan operasi penindakan tersebut bertujuan menekan peredaran gelap narkotika dan mempersempit ruang gerak para pelaku di wilayah hukum Kota Pekanbaru.

Saat ini, penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengidentifikasi jaringan pemasok narkotika yang digunakan kedua pria tersebut.

“Kami masih menyelidiki asal-usul narkotika yang digunakan, termasuk menelusuri pihak yang diduga memasok barang tersebut,” kata Putu.

Selanjutnya, kepolisian akan mengajukan kedua pria tersebut kepada Tim Asesmen Terpadu untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi tim ahli.

“Terhadap dua orang ini, setelah pemeriksaan akan kita ajukan ke Tim Asesmen Terpadu untuk dinilai apakah termasuk pengguna atau tidak,” kata Putu.***