Rakyat45.com, Bengkalis – Sebuah langkah visioner lahir dari ruang audiensi di Bengkalis, ketika Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menginisiasi pembentukan Balai Pemasyarakatan (Bapas), sebuah upaya strategis yang menandai tekad menghadirkan sistem pembinaan warga binaan yang tidak hanya berfokus pada masa di dalam lembaga, tetapi juga berkelanjutan hingga mereka kembali menapaki kehidupan di tengah masyarakat.
Audiensi yang berlangsung di Wisma Daerah Bengkalis, Jalan Antara Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Senin (16/3/2026) malam itu, mempertemukan Priyo Tri Laksono dengan Bupati Bengkalis, Kasmarni.
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas dukungan administratif sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam merealisasikan pembentukan Bapas di Kabupaten Bengkalis.
Dalam kesempatan itu, Priyo menegaskan bahwa kehadiran Bapas menjadi kebutuhan penting dalam sistem pemasyarakatan, terutama untuk memastikan warga binaan mendapatkan pendampingan berkelanjutan saat kembali ke tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati beserta jajaran yang telah memberikan dukungan penuh; tanpa kolaborasi ini, upaya pembinaan di Lapas Bengkalis tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung rencana pembentukan Bapas. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut akan memperkuat kualitas pembinaan dan pendampingan warga binaan.
“Pada prinsipnya kami mendukung rencana ini; kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan cepat, sehingga seluruh kebutuhan administrasi dapat segera diselesaikan,” ujar Kasmarni.
Ia turut menekankan pentingnya komunikasi yang intensif serta koordinasi yang solid antara Lapas Bengkalis dan instansi terkait agar setiap tahapan pembentukan Bapas dapat berjalan lancar.
Audiensi ini menandai semakin kuatnya sinergi antara Lapas Kelas IIA Bengkalis dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Dengan dukungan yang terus terbangun, pembentukan Bapas diharapkan segera terealisasi, menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.**












