Rakyat45.com, Bengkalis – Pagi Idulfitri di Bengkalis menghadirkan suasana yang tak hanya khidmat, tetapi juga sarat makna. Dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (21/3/2026), gema takbir menjadi penanda dimulainya sebuah momentum yang menghubungkan spiritualitas dengan harapan akan perubahan.
Ratusan warga binaan Muslim melaksanakan Sholat Idulfitri dengan penuh kekhusyukan, dipimpin oleh Haris Riadi. Ibadah ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang berfungsi memperkuat nilai moral dan spiritual—sebuah landasan penting dalam proses pembentukan kembali jati diri.
Usai sholat, suasana beralih pada momen yang dinanti, penyerahan Remisi Khusus Idulfitri. Dari 1.617 warga binaan beragama Islam, sebanyak 1.044 orang memperoleh pengurangan masa pidana setelah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari perilaku yang baik, keaktifan dalam program pembinaan, hingga kedisiplinan selama menjalani masa hukuman. Di antara jumlah tersebut, tiga orang langsung menghirup udara kebebasan pada hari yang sama.
Kepala lapas, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan atas komitmen perubahan. “Remisi ini adalah hak, sekaligus wujud perhatian negara bagi warga binaan yang berupaya memperbaiki diri. Kami berharap ini menjadi dorongan untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Boy Fernandes, yang menekankan bahwa proses pemberian remisi dilakukan secara selektif dan transparan. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa pembinaan berjalan efektif serta menghasilkan perubahan yang terukur.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi cerminan bahwa Idulfitri di dalam lapas bukan sekadar perayaan tahunan. Lebih dari itu, ia adalah ruang refleksi dan titik awal bagi perjalanan baru ketika harapan tetap tumbuh, bahkan dari balik jeruji, dan kesempatan kedua menjadi nyata di hari kemenangan.**












