Banner Website
Peristiwa

Lansia Hilang di Kebun Sawit Rokan Hulu Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Pencarian

29
×

Lansia Hilang di Kebun Sawit Rokan Hulu Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
Lansia Hilang di Kebun Sawit Rokan Hulu Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Pencarian
Seorang lanjut usia bernama Abdurrahman (83) yang dilaporkan hilang di area kebun sawit Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti, Kabupaten Rokan Hulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Jumat (3/4/2026). R45/Ibnu

Rakyat45.com, Rokan Hulu – Seorang lanjut usia bernama Abdurrahman (83) yang dilaporkan hilang di area kebun sawit Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti, Kabupaten Rokan Hulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Jumat (3/4/2026). Korban sebelumnya dilaporkan tidak kembali ke rumah sejak Rabu (1/4/2026) sore setelah pergi ke kebun.

Tim SAR menemukan korban setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang, meskipun proses pencarian sempat mengalami kendala.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan bahwa kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan lemah namun masih sadar.

“Tim menemukan korban dalam kondisi lemah, namun masih sadar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari titik awal pencarian,” katanya.

Setelah ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari area kebun sawit yang cukup sulit dijangkau. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis guna memastikan kondisinya stabil setelah dua hari berada di luar tanpa bantuan.

Menurut Budi, faktor usia menjadi salah satu penyebab utama korban tersesat di area perkebunan yang luas. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengalami penurunan daya ingat atau pikun, sehingga berisiko kehilangan arah saat beraktivitas sendiri.

“Korban sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Diduga saat berada di kebun sawit, korban kehilangan orientasi dan tidak bisa menemukan jalan pulang,” jelasnya.

Operasi pencarian sendiri dimulai setelah Kantor SAR Pekanbaru menerima laporan dari Babinsa Desa Karya Mulya, Daryono, pada Kamis (2/4/2026) pukul 10.50 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian.

Tim SAR harus menempuh perjalanan sekitar 120 kilometer untuk mencapai lokasi kebun sawit tempat korban terakhir terlihat. Sebanyak delapan personel diterjunkan dalam operasi ini, dengan membawa peralatan pencarian di medan darat.

Setibanya di lokasi pada pukul 17.00 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari aparat setempat dan masyarakat. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran menggunakan pola open grid untuk menjangkau area yang luas dan memaksimalkan peluang menemukan korban.

Namun hingga malam hari pada hari pertama pencarian, keberadaan korban belum berhasil diketahui. Kondisi medan yang cukup luas serta minimnya pencahayaan menjadi kendala tersendiri bagi tim di lapangan.

Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara pada malam hari demi keselamatan personel dan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya. Pada hari kedua, tim meningkatkan intensitas pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan dalam kondisi selamat meskipun mengalami kelelahan. Penemuan ini disambut lega oleh keluarga dan tim yang terlibat dalam operasi.

Budi Cahyadi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang memiliki riwayat pikun atau gangguan daya ingat. Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami mengingatkan keluarga yang memiliki lansia agar lebih melakukan pengawasan, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di area perkebunan yang luas memiliki risiko tinggi, terutama bagi lansia. Minimnya penanda arah serta kondisi lingkungan yang seragam dapat membuat seseorang dengan mudah kehilangan orientasi.

Keberhasilan tim SAR gabungan dalam menemukan korban juga menunjukkan pentingnya respon cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi dalam penanganan orang hilang. Dukungan masyarakat setempat turut membantu mempercepat proses pencarian di lapangan.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup. Namun, kejadian ini tetap menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga keselamatan anggota keluarga yang rentan.***