Rakyat45.com, Pekanbaru – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan data BMKG hingga Minggu (31/5/2026) pukul 23.00 WIB, terdeteksi 35 hotspot yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hilir.
Peningkatan hotspot tersebut terjadi di tengah potensi hujan yang masih diprakirakan turun di sejumlah wilayah Riau sepanjang Senin (1/6/2026). Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian daerah masih berada dalam periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M mengatakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terpantau sejak pagi berdasarkan hasil pengamatan radar cuaca.
“Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca BMKG terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kepulauan Meranti dan sebagian Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Pada siang hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Namun memasuki sore hingga malam, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah daerah seperti Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti.
Sementara itu, pada dini hari hujan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Kota Dumai pada pagi serta malam hingga dini hari.
Secara umum, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah,” jelasnya.
Selain prakiraan cuaca, BMKG mencatat jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 647 titik. Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 174 titik, disusul Sumatera Selatan 166 titik, Bangka Belitung 106 titik, Sumatera Barat 64 titik, Bengkulu 56 titik, Jambi 21 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Kepulauan Riau 2 titik.
Untuk Provinsi Riau, sebaran hotspot didominasi oleh Kabupaten Rokan Hilir yang mencatat 24 titik panas. Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 3 titik, Pelalawan 3 titik, Bengkalis 2 titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu, Siak dan Dumai.
“Total hotspot di Riau terpantau sebanyak 35 titik dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir,” kata Yudhistira.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki jumlah hotspot tinggi.***












