Banner Website
Daerah

PLTU Tenayan Raya Ubah Limbah Batu Bara Jadi Paving Block

58
×

PLTU Tenayan Raya Ubah Limbah Batu Bara Jadi Paving Block

Sebarkan artikel ini
PLTU Tenayan Raya Ubah Limbah Batu Bara Jadi Paving Block
Inovasi pengolahan limbah batu bara di PLTU Tenayan Raya mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. (R45/Y)

Rakyat45,com, Pekanbaru – Inovasi pengolahan limbah batu bara di PLTU Tenayan Raya mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Limbah abu hasil pembakaran batu bara diolah menjadi paving block dan pupuk yang dinilai memiliki nilai manfaat tinggi bagi lingkungan dan masyarakat.

Perhatian tersebut disampaikan SF Hariyanto usai menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Plt Gubri melihat langsung produk hasil pemanfaatan limbah yang dikembangkan oleh pengelola PLTU Tenayan Raya. Ia bahkan mendorong agar produksi dan promosi produk ramah lingkungan tersebut terus ditingkatkan.

“Dari limbah pembakaran batubara ya. Ini bagus sekali,” ujar Plt Gubri.

Produk yang diperlihatkan kepada SF Hariyanto berupa paving block yang secara fisik tidak berbeda dengan paving block konvensional berbahan semen dan pasir. Namun, material utamanya berasal dari abu sisa pembakaran batu bara atau fly ash yang sebelumnya menjadi limbah industri.

Operator PLTU Tenayan Raya, Reza, menjelaskan fly ash dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan paving block dan pupuk kompos.

Untuk pupuk, abu sisa pembakaran batu bara dikombinasikan dengan bahan organik berupa kotoran hewan dari Kebun Binatang Kasang Kulim sehingga menghasilkan unsur hara yang bermanfaat bagi tanah.

“Untuk pupuk, abu sisa pembakaran batu bara kami homogenkan dan dikombinasikan dengan bahan organik. Dari proses itu diperoleh unsur hara yang dapat membantu meningkatkan PH tanah serta kandungan kalium yang dibutuhkan tanaman,” jelas Reza.

Sementara untuk paving block, perusahaan memproduksi beberapa jenis berdasarkan tingkat kekuatan tekan yang berbeda.

“Untuk paving block ada beberapa varian, di antaranya kombinasi dengan kekuatan tekan 225 dan kombinasi 300. Semua dibuat dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Selain memanfaatkan fly ash, pengolahan pupuk juga menggunakan cincangan dedaunan yang tersedia di lingkungan PLTU sebagai bahan campuran kompos.

Menurut Reza, seluruh proses produksi dilakukan secara terintegrasi di dalam kawasan PLTU Tenayan Raya yang telah dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari workshop pembuatan paving block hingga green house untuk pengolahan pupuk.

“Di PLTU Tenayan Raya sudah tersedia workshop khusus pembuatan paving block dan green house untuk pengolahan pupuk. Jadi seluruh proses dilakukan secara terintegrasi di area PLTU,” ungkapnya kepada Rakyat45.com, Sabtu (6/6/2026).

PLTU Tenayan Raya telah beroperasi sejak 2017. Sementara program pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna tersebut dijalankan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Meski telah menghasilkan berbagai produk, hingga kini paving block dan pupuk tersebut belum dipasarkan secara komersial. Seluruh hasil produksi dimanfaatkan untuk mendukung program CSR perusahaan, seperti pembangunan jalan lingkungan, bantuan rumah ibadah, hingga pemberdayaan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Sampai saat ini pupuk dan paving block yang kami hasilkan tidak untuk dijual. Produk ini digunakan untuk mendukung kegiatan CSR perusahaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” terang Reza.

Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular di Riau, di mana limbah industri diolah kembali menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.***