Banner Website
Daerah

SF Hariyanto Ancam Sanksi ASN yang Abaikan LHKPN dan Pajak

16
×

SF Hariyanto Ancam Sanksi ASN yang Abaikan LHKPN dan Pajak

Sebarkan artikel ini
SF Hariyanto Ancam Sanksi ASN yang Abaikan LHKPN dan Pajak
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyiapkan langkah tegas untuk meningkatkan kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) terhadap kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan pajak. (R45/MCR/Adv)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyiapkan langkah tegas untuk meningkatkan kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) terhadap kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan pajak.

Komitmen tersebut disampaikan SF Hariyanto saat memimpin apel pagi yang dirangkai dengan halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (30/3/2026).

Dalam arahannya, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang belum memenuhi kewajiban administrasi tersebut. Temuan itu berdasarkan laporan yang disampaikan Inspektorat.

Menurutnya, ketidakpatuhan terhadap pelaporan LHKPN dan pajak tidak boleh dibiarkan karena berkaitan langsung dengan integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya minta seluruh ASN patuh. Ini soal ketaatan. Jika saat ini belum ada sanksi, ke depan akan kita siapkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk penegakan disiplin, Pemprov Riau tengah mengkaji penerapan sanksi administratif bagi ASN yang tidak memenuhi kewajiban pelaporan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penahanan gaji hingga kewajiban tersebut dipenuhi.

SF Hariyanto menargetkan tingkat kepatuhan ASN di lingkungan Pemprov Riau mencapai 100 persen. Langkah itu dinilai penting untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Selain menyoroti aspek administrasi, ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, citra aparatur pemerintah ditentukan oleh kedisiplinan dan tindakan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum halal bihalal pasca-Lebaran itu juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan antarpegawai setelah sebelumnya menjalankan pola kerja work from anywhere (WFA) selama masa libur Idulfitri.

Menutup arahannya, SF Hariyanto mengajak seluruh ASN menjaga kesehatan, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat budaya disiplin demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.(Adv)