Banner Website
Daerah

Lapas Bengkalis Perkuat Pembinaan Rohani Lewat Ruang Toleransi Lintas Agama

173
×

Lapas Bengkalis Perkuat Pembinaan Rohani Lewat Ruang Toleransi Lintas Agama

Sebarkan artikel ini
Suasana pembinaan rohani warga binaan di Lapas Kelas IIA Bengkalis yang didukung fasilitas ibadah lintas agama sebagai wujud penguatan nilai toleransi dan pembinaan karakter. Jumat (10/7/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik terus dipupuk dari balik tembok Lapas Bengkalis. Melalui pembinaan rohani yang inklusif dan penyediaan fasilitas ibadah bagi seluruh pemeluk agama, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis membangun ruang toleransi yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama proses pembinaan warga binaan, Jumat (10/7/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan kepribadian yang memberi kesempatan setara kepada setiap warga binaan untuk memperdalam ajaran agamanya tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Lingkungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Bagi warga binaan beragama Islam, Masjid Al-Ihsan menjadi pusat kegiatan pembinaan spiritual. Berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Lapas Kelas IIA Bengkalis secara rutin menggelar program pesantren yang membimbing peserta mempelajari ilmu agama, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta mengikuti kajian akhlak dan nilai-nilai moral secara terarah.

Pelayanan serupa juga diberikan kepada warga binaan non-Muslim. Sebuah gedung gereja disediakan sebagai tempat ibadah umat Kristen dengan dukungan pembinaan rohani dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melalui pendeta dan pelayan rohani yang hadir secara berkala.

Sementara itu, warga binaan beragama Buddha maupun Konghucu, khususnya dari kalangan masyarakat Tionghoa, memperoleh fasilitas klenteng sebagai ruang ibadah dan refleksi diri. Kehadiran sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Bengkalis memastikan setiap warga binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dalam suasana yang aman dan penuh penghormatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi unsur penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Apabila pondasi spiritual telah terbentuk dengan kuat, kesadaran dan perilaku positif untuk kembali menjadi warga masyarakat yang baik akan tumbuh secara alami,” ujarnya.

Sinergi antara Lapas Bengkalis dan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis memperkuat pelaksanaan pembinaan yang menyentuh seluruh lapisan warga binaan. Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak beribadah, tetapi juga membangun karakter, mempererat persaudaraan lintas agama, serta menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Melalui keberadaan masjid, gereja, dan klenteng dalam satu kawasan pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Bengkalis memperlihatkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diterapkan dalam proses pembinaan demi menciptakan warga binaan yang siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.**