Banner Website
Lifestyle

Bujang Dara Meranti 2026 Dipersiapkan Membawa Wajah Daerah ke Publik

28
×

Bujang Dara Meranti 2026 Dipersiapkan Membawa Wajah Daerah ke Publik

Sebarkan artikel ini
Finalis Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti 2026 bersama jajaran Disporapar dan tokoh adat saat mengikuti pembekalan menjelang Grand Final Bujang Dara Meranti 2026. Rabu (5/8/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Meranti – Sebuah gelar hanya bertahan semalam, tetapi tanggung jawab sebagai wajah daerah dapat berlangsung jauh lebih panjang. Prinsip itulah yang kini ditekankan kepada Bujang Dara Meranti 2026, ketika 24 finalis mulai ditempa bukan hanya untuk tampil di panggung, melainkan membawa cerita tentang pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kepulauan Meranti kepada publik.

Pembekalan berlangsung di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/8/2026), tiga hari menjelang Grand Final. Para peserta mendapat materi yang dirancang untuk memperkuat wawasan sekaligus membentuk karakter sebagai calon duta promosi daerah.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Sagu Meranti Mendunia โ€“ Sinergi Muda, Pesona Budaya, dan Inovasi Ekonomi Kreatif” dengan slogan “Merawat Warisan, Menginspirasi Generasi Menuju Kepulauan Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera.”

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, ST, membuka kegiatan tersebut. Hadir mendampingi Sekretaris Disporapar Husni Mubarak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dedi Syahroni, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Piskot Ginting, S.Ag., serta Ketua Ikatan Bujang Dara Kepulauan Meranti Baggas Ardyans.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Asnawi Nazar, S.Pi., turut menjadi salah satu narasumber.

Sebanyak 12 pasangan mengikuti pembekalan setelah menyisihkan peserta dalam proses seleksi. Dari 46 pendaftar yang terdiri atas 21 bujang dan 25 dara, mereka terpilih mewakili sejumlah wilayah, yakni Tebing Tinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Timur, Merbau, Tasik Putri Puyu, serta kategori umum.

Ketua Ikatan Bujang Dara Kepulauan Meranti, Baggas Ardyans, menyambut para finalis sekaligus mengingatkan bahwa tahap tersebut menandai awal tanggung jawab yang lebih besar.

“Mengucapkan selamat bergabung dan selamat mengemban tugas kepada 24 Bujang Dara.”

Baggas menempatkan Bujang Dara sebagai bagian dari wajah Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi penghubung informasi antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan; sekaligus mengenalkan potensi daerah melalui pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

“Perjalanan ini sesungguhnya baru saja kita mulai. Maka dari itu, saya minta semangat dan terus berkembang, khususnya dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.

Penampilan Bukan Ukuran Utama

Pesan serupa disampaikan Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri. Ia menegaskan bahwa penampilan fisik tidak cukup untuk menjadikan seseorang layak menyandang peran sebagai Bujang Dara.

“Kepada finalis Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026, 12 bujang dan 12 dara. Ganteng-ganteng, cantik-cantik hari ini. Tapi ingat, di ajang Bujang Dara ini tidak cukup hanya dengan ganteng, tidak cukup hanya dengan cantik,” tegasnya.

Lima narasumber disiapkan untuk memperkaya kapasitas peserta melalui materi kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pengembangan karakter. Wawasan tersebut akan menjadi bekal bagi finalis menghadapi tahapan penilaian Grand Final.

Syaiful meminta peserta tidak menyia-nyiakan masa pembekalan dan aktif menggali pengetahuan dari setiap narasumber.

“Belajarlah, gali ilmu selama tahap pembekalan ini. Lengkapi diri, karena nanti adik-adik akan diuji tentang kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif dan berbagai wawasan lainnya. Narasumber kita orang-orang profesional, mudah-mudahan ilmu yang disampaikan bisa tersimpan sampai nanti diuji,” katanya.

Menurut Syaiful, kekayaan Kepulauan Meranti membutuhkan promosi yang konsisten agar semakin dikenal. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif, tetapi generasi muda dinilai memiliki ruang penting untuk memperluas jangkauan promosi tersebut.

Media sosial dan teknologi digital menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan. Melalui konten dan komunikasi yang kreatif, para Bujang Dara diharapkan mampu membawa potensi daerah menjangkau audiens yang lebih luas.

“Bukan hanya sekadar lomba kecantikan atau lomba ganteng. Bujang Dara maupun alumninya harus menjadi jembatan untuk memajukan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Kepulauan Meranti. Ambil ruang itu dan manfaatkan kemajuan teknologi untuk mengenalkan daerah kita,” pungkasnya.

Tiga Hari Menuju Grand Final

Rangkaian pemilihan Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti 2026 telah dimulai sejak 2 Agustus melalui wawancara seleksi, kemudian dilanjutkan dengan penentuan nomor urut dan pasangan finalis.

Pemotretan resmi berlangsung pada pagi 5 Agustus sebelum peserta mengikuti pembekalan. Agenda selanjutnya dijadwalkan pada 6 Agustus dengan materi dari narasumber dan sponsor.

Gladi bersih akan berlangsung pada 7 Agustus. Seluruh rangkaian kemudian mencapai puncaknya melalui Grand Final pada 8 Agustus 2026.

Malam penentuan itu akan memilih putra dan putri terbaik yang dipercaya menjadi duta promosi Kabupaten Kepulauan Meranti selama satu tahun. Mereka tidak hanya membawa gelar, tetapi juga dituntut menerjemahkan kekayaan daerah ke dalam pesan yang mampu menjangkau masyarakat, wisatawan, dan generasi muda.**