Rakyat45.com, Meranti – Bupati Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar mulai membuka ruang kolaborasi dengan UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau untuk mengubah potensi daerah menjadi pijakan kebijakan pembangunan. Langkah itu mengemuka saat Asmar menerima rombongan UIN Suska Riau di Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi awal pembicaraan mengenai kerja sama akademik, kajian, pengembangan potensi daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Asmar menyambut peluang tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan keilmuan bagi pembangunan Kepulauan Meranti.
“Terima kasih dan selamat datang. Mudah-mudahan nanti bisa berkolaborasi antara UIN dengan Pemkab Kepulauan Meranti,” ujar Asmar.
Sagu menjadi salah satu potensi yang diperkenalkan Asmar kepada rombongan. Ia menyebut komoditas tersebut memiliki posisi penting bagi Meranti, bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga karena melekat pada tradisi masyarakat setempat.
“Tradisi di sini, makanan tradisinya sagu. Meranti ini salah satu daerah penghasil sagu terbesar,” katanya.
Sebagai bagian dari penyambutan, Asmar juga mengajak rombongan mencicipi makanan berbahan dasar sagu. Momen tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas Kepulauan Meranti.
Perwakilan UIN Suska Riau, Rasmon, mengatakan pihaknya ingin memperluas hubungan dengan pemerintah daerah melalui kerja sama yang memiliki manfaat akademik sekaligus praktis. UIN Suska, kata dia, memiliki tim survei dan kajian yang dapat membantu menyediakan data serta rekomendasi bagi pemerintah.
“Niatan kami hari ini yang pertama bersilaturahmi ke Pak Bupati, temu sapa, kemudian mungkin ada hal-hal lain yang bisa kita kolaborasikan, terutama terkait bidang akademik dan kajian-kajian,” ujarnya.
Ruang kerja sama juga mencakup pendidikan. UIN Suska Riau membuka peluang pemberian beasiswa bagi aparatur maupun putra-putri Kepulauan Meranti untuk melanjutkan pendidikan pada program studi yang relevan.
Pembahasan kemudian mengarah pada kajian potensi unggulan daerah. Direktur CSAD UIN Suska Riau, Dr. Ade Ria Nirmala, SE., MM., mengatakan pihaknya sedang menyusun kajian terhadap sejumlah potensi yang dimiliki Kepulauan Meranti.
Kajian tersebut akan dibawa ke Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (4/9/2026). Forum itu diharapkan mempertemukan hasil kajian dengan kebutuhan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Harapan kami, 10 unggulan dan potensi ini bisa menjadi salah satu referensi bagi Pemkab Meranti untuk membuat sebuah kebijakan,” jelas Ade.
Ade menilai sektor unggulan daerah perlu dikelola melalui pendekatan lintas OPD. Menurutnya, pengembangan suatu komoditas atau produk tidak efektif jika hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah; seluruh OPD dapat mengambil peran berdasarkan tugas dan kewenangannya.
“Jangan sampai UMKM ini hanya menjadi pekerjaan dinas UMKM saja. Tujuannya adalah bagaimana kebijakan terhadap sektor unggulan itu bisa menjadi kolaborasi semua OPD,” katanya.
Hasil FGD nantinya diharapkan menghasilkan masukan konkret untuk memperkuat sejumlah sektor, termasuk UMKM, ekonomi lokal, pendidikan, dan komoditas unggulan. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menggunakan hasil kajian tersebut untuk menata kembali program yang telah berjalan agar lebih fokus pada potensi yang memiliki prospek sebagai kekuatan daerah.
Pemkab Kepulauan Meranti dijadwalkan mengutus Sekretaris Daerah untuk menghadiri FGD tersebut. Bupati Asmar tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Bagi Asmar, pertemuan dengan UIN Suska Riau membuka jalur baru bagi pembangunan Meranti: mempertemukan pengalaman pemerintah daerah dengan kajian akademik dan data lapangan. Kolaborasi itu diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih terukur, tepat sasaran, serta mampu mengembangkan kekuatan lokal secara berkelanjutan.**












