Rakyat45.com, Meranti – Sebanyak 370 siswa madrasah di Kepulauan Meranti mulai menguji kemampuan akademik dan talenta mereka dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar membuka kompetisi tersebut di Aula MTsN 1 Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Jumat (4/9/2026).
OMI tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti mempertemukan peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, serta MA/SMA. Mereka akan berkompetisi dalam Matematika, IPAS, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.
Bagi Asmar, kompetisi tersebut harus memberi lebih dari sekadar pengalaman bertanding. Ia mendorong siswa memanfaatkan OMI sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, dan keberanian melahirkan gagasan baru.
“OMI merupakan ajang bergengsi yang tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, inovasi, serta memperkuat karakter generasi muda sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar Asmar.
Tema “Islam, Sains, dan Ekoteknologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju” menjadi landasan pelaksanaan OMI tahun ini. Asmar menilai arah tersebut relevan dengan tantangan pendidikan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan persaingan global.
“Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global, madrasah dituntut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21, berakhlak mulia, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Ia meminta peserta menjaga integritas selama mengikuti perlombaan. Guru dan pembina juga didorong memberikan pendampingan agar siswa dapat menghadapi setiap tahapan kompetisi dengan sikap sportif.
“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi integritas, dan menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tuturnya.
Asmar yang mengaku sebagai lulusan madrasah turut menyampaikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari keyakinannya terhadap kapasitas pendidikan madrasah. Menurutnya, lulusan madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengambil peran di berbagai bidang, termasuk dalam pemerintahan.
Perhatian Bupati kemudian beralih pada fasilitas pendidikan. Setelah membuka OMI, Asmar meninjau kondisi gedung MTsN 1 Kepulauan Meranti. Ia menilai bangunan tersebut sudah baik dan megah, tetapi halaman madrasah masih membutuhkan penyelesaian.
Asmar menyatakan akan mengupayakan dukungan untuk pembangunan halaman melalui hibah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bank Riau Kepri Syariah dan Bank Syariah Indonesia turut menjadi pihak yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan tersebut.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Misyanto, menjelaskan pembangunan gedung MTsN 1 Kepulauan Meranti bersumber dari SBSN Kementerian PUPR dan telah selesai. Namun, pekerjaan halaman belum masuk dalam pembiayaan proyek tersebut.
“Untuk halamannya belum selesai. Pembangunan halaman ini sementara dilakukan melalui gotong royong dan infak kawan-kawan. Namun, yang terlaksana baru sebagian sehingga masih membutuhkan dana tambahan,” jelas Misyanto.
Misyanto berharap pemerintah daerah dan pihak lainnya dapat membantu menyelesaikan fasilitas tersebut. Ia juga melihat OMI sebagai salah satu sarana untuk mendorong peningkatan prestasi madrasah dan peserta didik.
“Saya berharap dengan adanya Olimpiade Madrasah Indonesia ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi madrasah dan peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan OMI secara rutin dapat memperkuat pembinaan peserta didik. Nilai yang ditekankan melalui Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama juga diingatkan untuk diterapkan dalam proses pendidikan, termasuk kecintaan kepada Allah SWT, ilmu pengetahuan, dan diri sendiri.
Ketua Panitia OMI 2026 menjelaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang untuk menjaring sekaligus mengembangkan talenta siswa. Konsep perlombaan memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan nilai Islam dan perspektif ekoteologi.
Selain menjadi arena pengembangan kemampuan akademik, OMI 2026 menjadi tahap penjaringan peserta didik berprestasi yang berpeluang mewakili Kepulauan Meranti pada tingkat provinsi.
Pembukaan kompetisi ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati H. Asmar kepada perwakilan siswa.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan turut hadir, antara lain Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Misyanto, Kasi Pendidikan Islam H. Hasbullah, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Reza, Kepala Cabang BRK Syariah Wowid Syahputra, Ketua MUI H. Mustafa, Sekretaris Disparpora Meranti Husni Mubarak, Ketua Komite Madrasah, serta para kepala madrasah se-Kabupaten Kepulauan Meranti.**












