Rakyat45.com, Bengkalis – Olahraga menjadi ruang untuk mempertemukan persaingan dengan pembinaan. Semangat itu mengemuka saat Kalapas Cup Vol. II resmi dibuka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (5/9/2026), dengan melibatkan pegawai dan warga binaan dalam kompetisi futsal serta tenis meja.
Pembukaan turnamen berlangsung di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkalis dan dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono. Jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta perwakilan warga binaan dari tim peserta turut menghadiri kegiatan tersebut.
Bagi Priyo, kompetisi bukan semata-mata tentang hasil akhir pertandingan. Olahraga dapat menjadi medium untuk menanamkan kedisiplinan, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui Kalapas Cup Vol. II, kami ingin membangun semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan sportivitas di antara seluruh peserta. Jadikan setiap pertandingan sebagai wadah menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan rasa saling menghormati,” ujar Priyo saat secara resmi membuka turnamen.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, panitia mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni futsal dan tenis meja. Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Medy Albar Suhartanto, mengatakan kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari kalangan pegawai dan warga binaan.
Sebanyak 12 tim bersiap bersaing dalam cabang futsal, sedangkan tenis meja juga diikuti peserta dari kedua unsur tersebut. Format kompetisi ini sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih positif melalui persaingan yang sehat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pembinaan yang positif sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan melalui kompetisi yang sehat, jujur, dan sportif,” ungkap Medy.
Nilai yang dibangun melalui Kalapas Cup Vol. II tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Persatuan, kedisiplinan, kejujuran, serta penghormatan terhadap lawan menjadi bagian dari proses pembinaan yang ingin diperkuat melalui kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di lapangan, tetapi juga memperkuat hubungan yang lebih harmonis antara petugas dan warga binaan di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis.**












