RAKYAT45.COM โ Meski sempat hilang diguyur hujan, kabut asap di Kota Pekanbaru kembali muncul. Kondisi ini membuat kualitas udara di Kota Bertuah kembali berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI), kualitas udara Pekanbaru pada Selasa (15/9/2026) pukul 08.00 WIB berada dalam kategori sangat tidak sehat.
AQI tercatat di angka 232 AQI US, dengan polutan utama PM2.5 mencapai 157 ยตg/mยณ. Kondisi ini menunjukkan udara di Pekanbaru berada pada tingkat pencemaran yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Meski kualitas udara memburuk, beberapa sekolah tetap menerapkan pembelajaran tatap muka. Sementara Dinas Pendidikan mengatur jam belajar agar pembelajaran tetap berjalan maksimal.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid menilai, pemerintah perlu memastikan kualitas udara di dalam ruang kelas, apakah aman bagi siswa. Ia menyebut, penerapan pembelajaran tatap muka di tengah kabut asap harus diikuti dengan peningkatan fasilitas udara di ruang kelas.
“Kita minta Disdik memperhatikan dengan teliti bagaimana memastikan anak-anak sekolah tidak terkena dampaknya, baik di luar sekolah terutama saat mereka sekolah,” kata Isa Lahamid.
Isa menambahkan, indikator kualitas udara harusnya menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan apakah pembelajaran tatap muka tetap layak dilakukan. Kata Isa, persoalan utama bukan hanya berapa lama siswa berada di sekolah, tetapi juga seberapa aman lingkungan belajar selama mereka berada di dalam kelas.
“Harapannya juga fasilitas sekolah terus ditingkatkan, ruangan udara di ruang kelas anak-anak kita menjadi lebih baik,” kata Isa.
Namun begitu, ada sejumlah alternatif jika kondisi udara tidak lagi memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. Mulai dari pengurangan jam belajar, meliburkan sekolah sementara, hingga menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Pilihan-pilihan ini banyak, baik kita mungkin meliburkan sekolah atau PJJ untuk anak-anak sekolah, ataupun cara lain tetap bisa belajar di sekolah tapi tentu dengan fasilitas yang bisa mendukung kebersihan udara di lingkungan sekolah, terutama ruang kelas,” jelasnya.***












