Rakyat45.com, Selatpanjang – Arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik membuat kemampuan memahami sumber, proses jurnalistik, dan kredibilitas berita semakin penting bagi dunia pendidikan. Persoalan inilah yang menjadi perhatian PWI Kepulauan Meranti saat mempertemukan 50 kepala sekolah dalam pelatihan dan seminar jurnalistik, Senin (28/9/2026).
Kegiatan bertema “Mengenal Peran dan Fungsi Wartawan serta Media Massa” itu berlangsung di Ballroom Afifa Sport Center, Selatpanjang. Peserta berasal dari kepala sekolah tingkat TK, SD hingga SMP di Kecamatan Tebing Tinggi.
Ketua PWI Kepulauan Meranti, Wira Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kerja jurnalistik sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara insan pers dan dunia pendidikan.
Rembuk Stunting Desa Dusun Baru Dilaksanakan untuk Percepatan Penanganan
14 Agustus 2024Menurut Wira, keberadaan PWI tidak sebatas berkaitan dengan aktivitas wartawan dan pemberitaan. Organisasi itu juga memiliki tanggung jawab menjaga profesionalisme pers, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses lahir dan beredarnya informasi.
“Perlu kami tegaskan bahwa PWI bukan hanya berbicara tentang wartawan dan pemberitaan, namun juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ekosistem pers yang sehat, meningkatkan kompetensi wartawan, menjaga profesionalisme, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana informasi itu diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi secara benar,” ujarnya.
Perubahan teknologi menjadi tantangan tersendiri. Media sosial dan berbagai platform digital memungkinkan informasi diproduksi serta disebarkan secara cepat, bahkan tanpa melalui proses jurnalistik.
Wira mengingatkan, informasi yang ramai dibicarakan belum tentu merupakan berita yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kemampuan membedakan produk pers dengan informasi di media sosial menjadi bagian penting dari literasi di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, bapak ibu tidak hanya mengenal apa itu PWI, tetapi juga memahami bagaimana kerja jurnalistik yang profesional, membedakan produk pers dengan informasi medsos, mengenali berita yang dapat dipercaya, serta bagaimana membangun komunikasi publik yang baik,” jelas Wira Saputra.
Selain menyampaikan materi, PWI menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang mendengar pengalaman dunia pendidikan. Persoalan sekolah dalam berkomunikasi dengan media maupun menghadapi informasi publik diharapkan dapat dibahas secara terbuka.
“PWI tidak ingin hadir hanya untuk berbicara tentang dirinya sendiri. Kami ingin mendengar kebutuhan, persoalan, dan pengalaman dari dunia pendidikan,” tuturnya.
Ruang kerja sama dengan satuan pendidikan juga akan terus dibuka. Wira menyebut langkah tersebut sejalan dengan program PWI Go To School, yang telah berlangsung sejak 2014.
“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak menjadi yang terakhir. Karena sebelum ini kami rutin melaksanakan kegiatan yang sama lewat program rutinitas kami, yaitu PWI Go To School. Program ini sudah berlangsung sejak 2014 silam.”
Ia menjelaskan, program sebelumnya lebih banyak dilakukan dengan mendatangi sekolah dan melibatkan peserta didik. Sementara kegiatan kali ini menghadirkan kepala sekolah untuk memperluas pemahaman mengenai pers sekaligus membangun komunikasi publik yang sehat.
“Bedanya dengan kegiatan hari ini, sebelumnya kami yang datang ke sekolah melibatkan peserta didik. Untuk itu, kami berharap langkah kecil ini dapat turut membangun literasi, mendorong keterbukaan informasi, serta menciptakan komunikasi publik yang sehat di Kepulauan Meranti,” ungkapnya.
Wira kemudian mengajak seluruh peserta memanfaatkan seminar sebagai ruang diskusi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan peserta yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Mari kita ikuti kegiatan ini dengan santai, terbuka, dan interaktif. Tidak perlu ragu untuk bertanya, dan berdiskusi. Karena dari ruang dialog seperti inilah pemahaman bisa tumbuh,” ucap Wira Saputra menutup sambutannya.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, yang membuka kegiatan secara resmi, menyambut baik forum tersebut. Ia menilai pemahaman tentang wartawan, media, dan hukum perlu diperkuat agar kepala sekolah dapat membangun komunikasi yang tepat ketika berhadapan dengan insan pers.
“Ini disebabkan oleh keawaman kita. Bapak dan ibu semua awam dengan namanya wartawan, media, dan dengan yang namanya hukum. Hal itu perlu kita perbaiki,” pesannya.
Muzamil berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk kepala desa. Menurutnya, pemahaman mengenai media diperlukan agar persoalan yang berkaitan dengan pemberitaan dapat dihadapi secara tepat.
“Lebih baik lagi, nantinya juga bisa melibatkan kepala-kepala desa. Di sini juga banyak persoalannya. Jangan nanti karena ketidakpahaman kawan-kawan kepala sekolah dan kepala desa, akhirnya melihat berita bukan diselesaikan dengan baik, malah ketakutan dan arus mengeluarkan uang dengan jumlah yang banyak dan sebagainya,” saran Wabup.
Dalam hubungan pemerintah dengan media, Muzamil menekankan pentingnya komunikasi yang sehat. Ia mengatakan pers memiliki posisi sebagai pembawa informasi sekaligus penyeimbang dalam proses pembangunan.
“Media dan wartawan menjadi penyeimbang di dalam kita membangun, menjadi pembawa berita. Kita bukan hanya minta pembenaran melalui publikasi saja, tapi kalau di dalamnya ada hal-hal yang memang perlu kita perbaiki, mari kita laksanakan. Sehingga pemerintah itu punya rambu-rambu,” tegasnya.
Muzamil mengakui pemerintah tidak luput dari kekurangan. Karena itu, kritik melalui media dinilai tetap diperlukan sebagai bagian dari proses perbaikan.
“Berikan kritikan dengan solusi, bukan hanya mencari-cari kesalahan dan kesilapan. Kita ingin Meranti ini betul-betul menjadi negeri yang unggul, agamis dan sejahtera,” tutup Muzamil.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan seminar bersama Penasehat PWI Kepulauan Meranti Ahmad Yuliar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Raja Yusran, serta Kasi Intel Kejari Kepulauan Meranti Andi Sahputra Sinaga SH MH. Andi hadir didampingi Kasubsi Intel Hermawan beserta staf.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Asisten I Setdakab Tengku Arifin, Kepala BPKAD Fajar Triasmoko, Ketua Korwil Pendidikan Risdianto, Ketua PGRI Kepulauan Meranti Alfian Husin, serta sejumlah undangan lainnya.**












