Lingkungan

Pulihkan Lahan Bekas Karhutla, TNI-Polri Tanam 20.000 Pohon di Siak

×

Pulihkan Lahan Bekas Karhutla, TNI-Polri Tanam 20.000 Pohon di Siak

Sebarkan artikel ini
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan saat menghadiri kegiatan penanaman 20.000 bibit pohon di Siak. Sabtu (10/10/2026)./R45/Suhardi.

Rakyat45.com, Siak – Pemulihan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak, Riau, mendapat dorongan melalui penanaman 20.000 bibit pohon di area seluas sekitar 40 hektare, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan kehijauan kawasan terdampak sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Penanaman tersebut dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, bersama Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Kegiatan ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 melalui Gerakan Penanaman Sejuta Pohon menuju Indonesia Asri.

Personel TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan, anggota serikat pekerja, dan masyarakat turut berpartisipasi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama untuk memastikan kawasan yang terdampak kebakaran dapat kembali menghijau.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa keberhasilan penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Lebih dari itu, tanaman yang ditanam harus mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang.

“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan agar lingkungan tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Agus menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep green defence, yakni pendekatan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepentingan pertahanan negara. Menurutnya, kelestarian alam memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional.

Ia juga mengingatkan agar penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Perawatan setelah penanaman menjadi bagian penting untuk memastikan bibit dapat tumbuh dengan baik.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman pohon hari ini. Bibit yang telah ditanam harus dirawat dan dijaga agar dapat tumbuh dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan menyampaikan bahwa Gerakan Penanaman Sejuta Pohon turut mendukung Gerakan Riau CERAH, singkatan dari Cegah, Rawat, Hijaukan, melalui program Green Policing.

Gerakan tersebut juga sejalan dengan semangat Program ASRI yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Herry menekankan bahwa penghijauan harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Tahapannya meliputi pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, pendokumentasian data penanaman, hingga pemantauan setelah kegiatan selesai.

“Proses penghijauan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, dokumentasi data penanaman, hingga monitoring setelah kegiatan selesai. Jangan sampai kita pandai menanam, tetapi tidak cukup peduli untuk merawat,” tegasnya.

Menurut Herry, keterlibatan aparat keamanan, pemerintah, dunia usaha, organisasi buruh, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kesinambungan gerakan tersebut. Semangat kebersamaan ini juga mencerminkan tema HUT ke-81 TNI, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Melalui gerakan ini, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi tanggung jawab bersama. Selain menjaga kawasan hijau, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.

Selain penanaman pohon, kegiatan di Kabupaten Siak juga diisi dengan bakti sosial berupa penyerahan secara simbolis bantuan dari total 1.000 paket sembako yang disiapkan bagi anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.

Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian kepada pekerja dan warga yang turut menjadi bagian dari kegiatan. Agenda sosial ini melengkapi upaya pelestarian lingkungan dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Setelah rangkaian penanaman pohon, bakti sosial, dan wawancara bersama awak media selesai, Kabaharkam Polri beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Pekanbaru.

Penanaman 20.000 bibit pohon di Siak menjadi langkah awal dalam pemulihan lahan bekas karhutla. Keberhasilan upaya tersebut pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan tanaman untuk tumbuh serta konsistensi semua pihak dalam menjaga dan merawat kawasan yang telah dihijaukan.**