Mantan Bendahara Gereja GNKP Indonesia,  Diduga Gelapkan Uang Kas 37 juta Resmi Dilaporkan

BOGOR, RAKYAT45.COM – Uang kas jemaat Gereja  GNKP Indonesia Bogor senilai Rp.37.841.600 di duga digelapkan oleh mantan bendahara, Martinus Zebua.  Dugaan penggelapan itu resmi di laporkan di Polsek Cibinong Bogor pada tgl 28 April 2020.

Kejadian yang sangat memalukan ini membuat warga jemaat GNKP Indonesia Bogor sangat kecewa dan merasa dirugikan atas tindakan yang diduga dilakukan oleh mantan bendahara Jemaat GNKP Indonesia Bogor, Martinus Zebua alias A. Enjel Zebua.

Hal ini dijelaskan oleh Idaman Zai kepada awak media RAKYAT45.COM melalui Via WhatsAppnya Sabtu, 13/06/2020 ” benar telah terjadi di Gereja GNKP Indonesia Bogor, uang kas jemaat Senilai Rp.37.841.600 ( tiga puluh tujuh juta delapan ratus empat puluh satu ribu enam ratus rupiah) di duga telah digelapkan oleh mantan bendahara Jemaat lama Martinus Zebua. Dugaan penggelapan ini resmi telah di laporkan kepada pihak berwajib,”jelas Idaman Zai.

Secara pribadi saya jelaskan disini saya hanya warga jemaat biasa namun sudah diberi kuasa oleh warga jemaat secara tertulis diatas meterai untuk membantu meyampaikan laporan kejadian ini kepada pihak berwajib tepatnya di Polsek Cibinong Bogor dengan No. LP/B/230/IV/2020/JBR/RES BGR/SEK CBN, Tgl 28 April 2020 tentang dugaan tindak pidana Penggelapan. Sudah diterima dan lagi proses penyelidikan sampai saat ini.

Ketika awak media ini menanyakan apa saja harapan dan upaya yang sudah dilakukan warga jemaat dalam menyikapi kejadian ini.??

Idaman Zai kembali menjelaskan “upaya pertama yang dilakukan oleh pihak warga jemaat, pendeta dan tokoh adalah melakukan mediasi atau pendekatan kepada yang bersangkutan sesuai aturan GNKP Indonesia yakni secara alkitabiah dan yang bersangkutan sudah didatangi beberapa kali namun yang bersangkutan tidak mengindahkan upaya tersebut dan selalu menjawab “akan pasang badan”. Dimana pengertian pasang badan ini kami tidak mengerti apa maksudnya, apakah dia kebal hukum atau seperti apa.”Jelas Idaman

Dalam kejadian ini, kami harapkan semoga pihak Polsek Cibinong Bogor yang telah menerima Laporan kami ini dengan segera mungkin menindaklanjuti masalah ini demi menghindari tindakan yang tidak kita inginkan dari pihak warga Jemaat kepada yang bersangkutan sebagai bentuk kekecewaan dan perasaan dirugikan atas hal ini.”Tegas Idaman

Menurut Idaman sejak uang kas tersebut dikatakan kemalimgan dirumahnya oleh mantan bendahara GNKP Indonesia beberapa waktu lalu, keharmonisan jemaat dan juga kegiatan pelayanan jemaat di GNKP Indonesia Bogor terasa terganggu dan tidak sebaik dulu lagi. Sehingga warga jemaat sangat berharap kejadian ini bisa secepatnya di tindaklanjuti oleh penegak hukum terkait.”Pungkas Idaman Zai mengakhiri

Diwaktu yang sama, Ketua pembangunan GNKP Indonesia Bogor Dermawan Zai lewat Via WhatsAppnya mengatakan ” ini sungguh sangat miris dan memalukan, Gereja dijadikan tempat korupsi. Saya dan Bapak Pendeta berikut para bphj sudah beberapa kali memediasi hal ini supaya uang kas tersebut dikembalikan ke Gereja namun sangat di sayangkan yang bersangkutan tidak mengindahkan dan selalu berkata “akan pasang badan”. “Ujar Dermawan Zai

Lebih lanjut Dermawan Zai mengatakan pihak warga jemaat oikumene Bogor GNKP Indonesia sangat berharap kepada pihak berwajib yang sudah menerima laporan dari masalah ini untuk segera menindaklanjuti, karena hal ini menyangkut hak orang banyak dan merugikan banyak pihak.”tegas Dermawan Zai.

Ketika awak media ini minta konfirmasi Via telfon dan SMS kepada Martinus Zebua Alias Ama Enjel Zebua (mantan bendahara Gereja GNKP Indonesia Bogor) Ke nomor Hp.+62 852-1657-22xx. Namun sangat di sayangkan telfon dan SMS Via WA dari awak media hanya “Berdering” enggan di angkat dan tidak di balas hingga berita ini di publis.

Jurnalis : KEND”ZAI

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 085265736501 /082319676233 via EMAIL: pt.rakyat45pers@gmail.com (mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*