Banner Website
Peristiwa

BBKSDA Riau Investigasi Sapi Warga Tewas Diduga Diserang Harimau Sumatera di Siak

116
×

BBKSDA Riau Investigasi Sapi Warga Tewas Diduga Diserang Harimau Sumatera di Siak

Sebarkan artikel ini
BBKSDA Riau Investigasi Sapi Warga Tewas Diduga Diserang Harimau Sumatera di Siak

Rakyat45.com, PekanbaruSeekor sapi milik warga di Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, ditemukan mati dengan luka parah yang kuat diduga akibat serangan Harimau Sumatera. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung membuat warga setempat waspada.

Pemilik sapi bernama Selamat awalnya menemukan hewan ternaknya dalam kondisi tak bernyawa di kebun sawit milik warga bernama Purba. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke aparat desa sebelum akhirnya diteruskan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kondisi bangkai sapi ditemukan sangat memprihatinkan, dengan luka robek pada bagian tubuh belakang dan paha atas.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan ciri serangan satwa liar.

“Kami menemukan jejak kaki satwa yang diduga kuat milik Harimau Sumatera, berukuran sekitar 15 sentimeter,” jelasnya, Jumat (12/12).

Ia menambahkan, lokasi kejadian berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang merupakan kebun sawit masyarakat, wilayah yang sering bersinggungan dengan jalur jelajah harimau.

Tim BBKSDA memasang dua kamera trap di area kejadian untuk mengidentifikasi individu harimau, merekam aktivitas satwa, sekaligus memantau pola pergerakannya.

“Kamera trap sangat penting untuk merumuskan langkah mitigasi selanjutnya. Keamanan warga tetap prioritas, namun perlindungan harimau sebagai satwa dilindungi juga harus dijaga,” tegas Supartono.

BBKSDA meminta warga sekitar tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di kawasan yang berpotensi berisiko dan segera melaporkan jika menemukan jejak atau tanda keberadaan satwa liar.

Supartono memastikan pihaknya akan melakukan pemantauan intensif dan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah untuk memastikan situasi tetap terkendali.

“Kami butuh kerja sama dan laporan masyarakat untuk mencegah konflik satwa dan manusia agar tidak terulang,” tambahnya.

BBKSDA Riau saat ini masih menunggu hasil rekaman kamera trap sebagai langkah lanjutan dalam penanganan konflik satwa liar di wilayah tersebut.***