Banner Website
Budaya

Dari Tradisi ke Masa Depan: Pendopo Niti Trisno Hidupkan Semangat Persatuan

395
×

Dari Tradisi ke Masa Depan: Pendopo Niti Trisno Hidupkan Semangat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Teks foto; Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Johansyah Syafri, mewakili Bupati Bengkalis memukul gong menandai peresmian Pendopo PKMJ Niti Trisno, disaksikan Ketua PKMJ Masuri, pimpinan LAMR, Ketua MUI, para ketua paguyuban, serta ratusan warga, di Desa Wonosari, Jum'at (12/12/2025)./R45/Indra.

Bengkalis, Rakyat45.com – Di bawah langit cerah Desa Wonosari, sebuah momentum bersejarah lahir ketika Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Bengkalis meresmikan Pendopo Niti Trisno, Jumat, 12 Desember 2025.

Bukan sekadar bangunan baru, pendopo ini menjadi penanda perjalanan panjang sebuah komunitas yang selama puluhan tahun merawat tradisi, meneguhkan identitas, dan menabur harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bengkalis.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, yang dalam kesempatan itu diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Johansyah Syafri. Dentang gong tersebut menjadi pertanda lahirnya sebuah pusat kegiatan budaya yang telah diperjuangkan selama satu dekade oleh para tokoh dan warga Jawa di Bengkalis.

Nama Niti Trisno, yang bermakna “meniti perjalanan dengan cinta kasih”, mencerminkan filosofi pendopo ini sebagai ruang inklusif tempat seni, tradisi, dan nilai sosial bertemu. Berdiri di tanah yang penuh sejarah perantauan, pendopo ini diharapkan menjadi wadah pembinaan seni seperti gamelan, reog Ponorogo, campursari, serta berbagai kesenian Jawa lainnya yang kini tumbuh subur di Bengkalis.

Ketua PKMJ Bengkalis, Masuri, S.H., mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapan besar atas kehadiran pendopo ini. Ia menekankan bahwa meski berakar pada budaya Jawa, pendopo bukanlah ruang eksklusif.

“Gedung ini bukan hanya untuk orang Jawa. Semua boleh menggunakan. Sesuai filosofi paguyuban, kita bergerak bersama tanpa membedakan satu sama lain,” ujarnya.

Masuri menjelaskan bahwa PKMJ, yang kini memasuki usia 34 tahun, telah berkembang jauh dari sekadar wadah silaturahmi warga keturunan Jawa. Paguyuban tersebut kini membuka diri bagi seluruh masyarakat Bengkalis yang ingin berkontribusi dalam semangat persatuan. Ia juga mengutip falsafah Jawa, “Aja bungah ing pangalem, aja susah ing panyacat,” sebagai pengingat untuk tetap rendah hati dan fokus berkarya demi kemajuan bersama.

Dalam sambutan resmi Bupati Bengkalis yang dibacakan Johansyah Syafri, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap semangat kolektif warga Jawa dalam mewujudkan pendopo ini. Keberagaman etnis di Bengkalis, kata dia, merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun daerah yang bermarwah, maju, dan sejahtera.

Johansyah berharap Pendopo Niti Trisno tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi bertumbuh sebagai pusat kreativitas, edukasi, inovasi, hingga kegiatan sosial lintas kelompok masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga melihat peluang besar bagi pendopo ini untuk memajukan UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas, serta membuka potensi wisata budaya yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Serangkaian kegiatan mengiringi peresmian, mulai dari penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, hingga penanaman pohon sebagai simbol harapan baru dan keberlanjutan. Kehadiran Forkopimda, kepala perangkat daerah, Ketua Umum MKA LAMR Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Bengkalis Sri Syaukani Al Karim, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, para ketua paguyuban, serta ratusan warga Jawa dari berbagai kecamatan menunjukkan kuatnya dukungan atas kehadiran pendopo ini.

Dalam sesi wawancara, Masuri kembali menegaskan esensi utama pendopo tersebut.

“Alhamdulillah hari ini pendopo sudah diresmikan. Mudah-mudahan ini amat bermanfaat untuk masyarakat banyak. Intinya, bagaimana gedung ini menjadi tempat berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Banyak paguyuban di Bengkalis yang bisa bersama-sama bersatu mewujudkan Bengkalis maju, bermarwah, dan sejahtera.”

Melalui pendopo baru ini, PKMJ semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merawat kebudayaan, memperkuat kohesi sosial, serta mendorong lahirnya generasi yang bangga pada identitas budaya sekaligus terbuka terhadap keberagaman. Niti Trisno bukan hanya bangunan, tetapi jembatan menuju masa depan Bengkalis yang lebih harmonis dan penuh harapan.**