Banner Website
Peristiwa

Lonjakan Penyeberangan Bengkalis–Sungai Selari, Antrean Masih Terkendali

58
×

Lonjakan Penyeberangan Bengkalis–Sungai Selari, Antrean Masih Terkendali

Sebarkan artikel ini
Lonjakan Penyeberangan Bengkalis–Sungai Selari, Antrean Masih Terkendali
Tangkapan layar cctv penyeberangan roro Air Putih terlihat normal, Jumat (17/4/2026). /R45/Leni

Rakyat45.com, Bengkalis – Aktivitas penyeberangan Bengkalis–Sungai Selari mengalami peningkatan signifikan, terutama setiap Jumat dan menjelang hari libur. Meski terjadi lonjakan volume kendaraan, kondisi antrean di pelabuhan dilaporkan masih terkendali berkat optimalnya operasional armada kapal RoRo.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis memastikan kelancaran arus kendaraan dan penumpang tetap terjaga. Empat kapal RoRo dioperasikan penuh untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sehingga distribusi kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan lancar.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Erdila Fitriyani, menyebut peningkatan jumlah kendaraan, khususnya roda empat, merupakan pola rutin setiap akhir pekan. Namun, kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan kesiapan armada yang tersedia.

“Memang terjadi peningkatan antrean, terutama hari Jumat. Tapi dengan empat kapal yang beroperasi, semuanya masih bisa terurai dengan baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, jadwal operasional penyeberangan tetap normal tanpa perubahan, baik dari Pelabuhan Air Putih menuju Sungai Selari maupun sebaliknya.

“Keberangkatan terakhir dari Air Putih ke Sei Selari pukul 23.00 WIB, begitu juga sebaliknya dari Sei Selari ke Air Putih,” jelasnya.

Empat armada yang melayani lintasan tersebut terdiri dari KM Pertiwi 2, KM Domar, KM Lestari 3, dan KM Bahari. Seluruh kapal dioperasikan secara bergiliran guna memastikan mobilitas penumpang, kendaraan, serta distribusi logistik tetap lancar.

Selain kendaraan roda empat, antrean kendaraan roda dua juga terpantau dalam kondisi normal dan terlayani dengan baik.

Dishub Bengkalis terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, terutama pada jam sibuk dan hari libur. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

“Masyarakat kami imbau untuk datang lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang di pelabuhan,” pungkasnya.***