Rakyat45.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Kamis (11/6/2026). Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Meski secara umum kondisi cuaca di Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari di sejumlah daerah.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan hujan pada pagi hari diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, serta Kota Dumai.
Sementara itu, pada siang hari sebagian besar wilayah Riau diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan.
Memasuki sore hingga malam hari, peluang hujan kembali meningkat. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang meliputi Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Kampar, dan Indragiri Hulu.
Pada dini hari, hujan diprakirakan masih terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Bengkalis, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai.
BMKG secara khusus mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Bengkalis pada sore, malam hingga dini hari,” kata Elisa.
Dari pantauan Rakyat45.com, suhu udara di Riau hari ini diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, BMKG menyebut tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih relatif aman dengan kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru BMKG hingga pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera terdeteksi sebanyak 17 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak enam titik, Lampung lima titik, dan Bangka Belitung lima titik.
Untuk Provinsi Riau, hanya terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Untuk Provinsi Riau, hanya terdeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera dan menunjukkan kondisi karhutla di Riau masih relatif terkendali,” ungkapnya.
Meski kondisi kebakaran hutan dan lahan masih terkendali, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.***












