Rakyat45.com, Bengkalis – Pertalite eceran yang selama ini menjadi andalan masyarakat desa kini semakin sulit ditemukan di Kabupaten Bengkalis. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga menempuh perjalanan jauh ke SPBU hanya untuk membeli bahan bakar, bahkan dalam jumlah kecil untuk kebutuhan sehari-hari.
Keluhan itu disampaikan Riki Wibowo SH, pemuda Bengkalis yang mengaku tidak menemukan satu pun kios eceran penjual Pertalite saat melakukan perjalanan dari Desa Tameran menuju Kota Bengkalis, Jumat (12/6/2026).
“Saya dari Desa Tameran sampai ke Kota Bengkalis tidak ada satu pun kios eceran yang menjual minyak Pertalite. Yang ada hanya Pertamax,” ungkap Riki.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, informasi yang diterimanya menyebutkan stok Pertalite masih tersedia di sejumlah SPBU.
Meski demikian, keberadaan stok di SPBU belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga pedesaan yang tinggal jauh dari lokasi pengisian bahan bakar. Masyarakat Desa Tameran, misalnya, harus menuju SPBU Senggoro untuk memperoleh Pertalite. Sementara warga di desa yang lebih jauh seperti Kelemantan dan Sekodi menghadapi tantangan yang lebih besar.
“Kalau memang Pertalite ada di SPBU, jarak dari desa kami ke SPBU Senggoro cukup jauh. Tidak mungkin hanya untuk membeli satu liter minyak harus pergi ke SPBU yang jaraknya jauh,” katanya.
Mantan Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Bengkalis (HPMKB) itu meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat menghadirkan solusi agar distribusi BBM subsidi lebih mudah dijangkau warga, khususnya melalui penjualan eceran yang selama ini menjadi alternatif bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
“Kami meminta Disdagprin Kabupaten Bengkalis segera menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat terkait penjualan minyak eceran, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya.
Keluhan tersebut menjadi perhatian karena Pertalite masih menjadi bahan bakar utama yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas transportasi dan ekonomi sehari-hari. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar akses terhadap BBM subsidi tidak semakin sulit.
Sementara itu, wartawan media ini telah berupaya menghubungi Kepala Disdagprin Kabupaten Bengkalis, Zulpan, melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon guna meminta tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun keterangan resmi.**












