Banner Website
Daerah

90.989 Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Pemko Pekanbaru Genjot Capaian Program

14
×

90.989 Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Pemko Pekanbaru Genjot Capaian Program

Sebarkan artikel ini
90.989 Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis di Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho meninjau pelaksanaan CKG di salah satu sekolah beberapa waktu lalu. (R45/RA)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Program Cek Kesehatan Gratis Pekanbaru terus menunjukkan peningkatan. Hingga 21 Juni 2026, sebanyak 90.989 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan terus mempercepat capaian program nasional tersebut dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau guna memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah perguruan tinggi.

“Sudah 90.989 warga memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas hingga 21 Juni kemarin. Senin depan kami akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Insya Allah tidak ada kendala berarti, hanya koordinasi yang perlu lebih ditingkatkan,” kata Dedy, Sabtu (27/6/2026).

Selain memperluas sasaran program, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga meminta seluruh kepala puskesmas meningkatkan capaian layanan di wilayah kerja masing-masing. Langkah itu dilakukan dengan menerapkan strategi yang telah berhasil dijalankan puskesmas yang memiliki capaian pelayanan lebih tinggi.

Menurut Dedy, sinergi antarpuskesmas menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.

Ia menegaskan, Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program nasional yang bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini. Deteksi awal dinilai mampu mempercepat penanganan, mencegah komplikasi penyakit, sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Jika penyakit terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga dapat mencegah komplikasi dan menekan biaya pengobatan,” pungkasnya.***