Banner Website
Ekbis

Pemprov Riau Petakan UMKM Unggulan, Riset KPJU Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Daerah

30
×

Pemprov Riau Petakan UMKM Unggulan, Riset KPJU Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Daerah

Sebarkan artikel ini
Pemprov Riau Petakan UMKM Unggulan Lewat Riset KPJU
Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Rabu (29/7/2026). R45/Y

Rakyat45.com, Pekanbaru – UMKM Riau menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Melalui penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan, pemerintah berupaya menyusun strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis data agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Riau dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau sebagai mitra penyusunan kajian strategis pengembangan UMKM.

Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, FGD dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D. Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis riset sebagai acuan pemerintah dalam menetapkan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Helmi menegaskan UMKM selama ini menjadi motor penggerak perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.

“Untuk menjadikan potensi tersebut memiliki daya saing global, tidak bisa hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus didukung penelitian yang komprehensif,” kata Helmi kepada Rakyat45.com, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penelitian KPJU menjadi langkah penting dalam memastikan kebijakan pengembangan UMKM disusun berdasarkan data yang akurat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik kolaborasi yang melibatkan pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mengapresiasi penelitian KPJU ini karena menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, peserta diminta mengidentifikasi potensi komoditas unggulan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Hasil pemetaan akan menjadi dasar dalam menentukan sektor prioritas yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, penelitian KPJU juga diarahkan untuk mendukung penyusunan kebijakan pengembangan UMKM secara berkelanjutan. Kajian tersebut diharapkan memperkuat pelayanan perizinan, pembinaan pelaku usaha, hingga memperluas akses pemasaran produk lokal melalui platform digital.

Helmi menilai keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Sinergi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

“Data adalah instrumen paling penting dalam menentukan kebijakan. Karena itu, mari manfaatkan FGD ini untuk menyampaikan gagasan terbaik demi kemajuan UMKM di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai,” katanya.

Pemprov Riau berharap penelitian KPJU mampu melahirkan strategi yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat struktur ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Menutup sambutannya, Helmi mengajak seluruh peserta menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan untuk memajukan sektor usaha kecil di Provinsi Riau.

“UMKM kita kembangkan, ekonomi melesat tinggi,” tutupnya.***