Banner Website
Daerah

RSUD Arifin Achmad: Pengobatan TBC Gratis, Warga Diminta Jangan Takut Periksa

24
×

RSUD Arifin Achmad: Pengobatan TBC Gratis, Warga Diminta Jangan Takut Periksa

Sebarkan artikel ini
Pengobatan TBC Gratis, Warga Diminta Segera Periksa
Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih MM. (R45/S)

RAKYAT45.COM – Pengobatan TBC gratis melalui Program Nasional Penanggulangan Tuberkulosis terus disediakan pemerintah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu menjalani pemeriksaan maupun pengobatan apabila mengalami gejala tuberkulosis (TBC).

Imbauan tersebut disampaikan Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih MM, usai menghadiri Dialog Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri di Aula RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Selasa (4/8/2026).

Yusi mengatakan masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua pekan atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC sebaiknya segera mendatangi puskesmas untuk menjalani pemeriksaan. Seluruh layanan pengobatan TBC dalam program pemerintah diberikan tanpa biaya.

“Obat TBC itu merupakan obat program dari pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena pengobatannya gratis. Untuk layanan awal, masyarakat cukup datang ke puskesmas,” katanya.

Menurutnya, pelayanan TBC di Provinsi Riau kini telah berjalan dengan sistem rujukan berjenjang. Pasien akan ditangani terlebih dahulu di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai kondisi penyakitnya, sedangkan RSUD Arifin Achmad lebih banyak menerima pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan atau memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.

Penerapan sistem tersebut, lanjut Yusi, membuat jumlah pasien TBC yang datang langsung ke RSUD Arifin Achmad mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kasus TBC yang masuk ke RSUD memang menurun karena proses rujukannya sudah berjalan. Banyak pasien sudah tertangani di fasilitas pelayanan kesehatan sebelumnya, sehingga yang dirujuk ke sini adalah kasus-kasus tertentu,” jelasnya.

Ia menegaskan TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini dan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga selesai. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan saat muncul gejala.

“Yang terpenting adalah jangan takut memeriksakan diri. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, sehingga peluang sembuh lebih besar dan penularan kepada orang lain bisa dicegah,” pungkasnya.***