Banner Website
Daerah

Karhutla Riau Dicegah Bersama, SF Hariyanto Andalkan Kolaborasi dan Pantauan Hotspot

×

Karhutla Riau Dicegah Bersama, SF Hariyanto Andalkan Kolaborasi dan Pantauan Hotspot

Sebarkan artikel ini
JudKarhutla Riau, SF Hariyanto Perkuat Kolaborasi dan Pantauan
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto. (R45/y

RAKYAT45.COM – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat bergerak untuk mencegah kebakaran serta mempercepat penanganan setiap potensi titik api.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga Riau dari ancaman karhutla. Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami berkolaboratif antara pemerintah, TNI/Polri, Manggala Agni hingga juga masyarakat di Provinsi Riau terus menggalakkan jangan membakar hutan. Kita terus berkoordinasi untuk menjaga situasi,” ujar SF Hariyanto di Polda Riau, Kamis (20/8/2026).

SF Hariyanto menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Imbauan tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tokoh masyarakat hingga Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

“Kami telah mengeluarkan maklumat agar tidak membakar hutan. Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota, Pak Kapolda, Pak Pangdam, tokoh masyarakat, dan Lembaga Adat Melayu Riau juga menghimbau masyarakat bahwa kebakaran hutan itu sangat membahayakan,” jelasnya.

Menurutnya, maklumat tersebut menjadi komitmen bersama pemerintah, lembaga dan organisasi terkait dalam mencegah karhutla. Jika ditemukan persoalan di lapangan, penanganan diharapkan dapat dilakukan segera sebelum kebakaran meluas.

“Nah, maklumat inilah yang pemerintah, lembaga, dan organisasi pegang bersama. Kalau misal ada terjadi satu atau dua permasalahan (karhutla) dalam wilayah ini kita langsung menanganinya,” tegasnya.

Pantau Hotspot melalui Dashboard Lancang Kuning

Dalam penanganan karhutla, SF Hariyanto menyebut dukungan TNI, Polri dan Manggala Agni memiliki peran penting. Koordinasi antarinstansi dinilai dapat mempercepat respons terhadap potensi kebakaran di berbagai wilayah Riau.

“Yang penting kami di sini semuanya berkolaboratif. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda beserta jajarannya ini luar biasa, tanpa dukungan mereka Riau tidak aman,” ungkapnya.

Selain koordinasi di lapangan, Pemprov Riau bersama Forkopimda juga memanfaatkan teknologi untuk memantau potensi karhutla. Pemantauan dilakukan melalui dashboard Lancang Kuning yang tersedia di sejumlah instansi.

“Kami di sini ada dashboard Lancang Kuning. Jadi di Polda, Kodam, Kantor Gubernur, hingga BPBD ada aplikasi itu sehingga kami bisa memantaunya. Begitu nampak ada hotspot, kami segera mengirim tim ke sana,” tuturnya.

SF Hariyanto mengatakan kecepatan mendeteksi dan merespons titik panas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas. Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kewenangan dan kemampuan penanganan di lapangan.

Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Yang penting kami antara TNI, Polri, hingga masyarakat terus melakukan kolaborasi. InsyaAllah Riau ini bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.***