Banner Website
Daerah

Petani OKU Timur Mengeluhkan Penurunan Harga Gabah Saat Panen Raya

2282
×

Petani OKU Timur Mengeluhkan Penurunan Harga Gabah Saat Panen Raya

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Panen di Desa Karang Jaya Kecamatan Belitang 2 Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. 3 April 2024 (ist)
Kegiatan Panen di Desa Karang Jaya Kecamatan Belitang 2 Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. 3 April 2024 (ist)

Sumsel, Rakyat45.com – Petani di Belitang, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, mengalami kekhawatiran serius akibat penurunan harga gabah yang signifikan. Pada tanggal 2 April 2024, harga gabah turun drastis menjadi sekitar Rp. 4000 hingga Rp. 4200 per kilogram, dibandingkan dengan harga awal musim panen yang mencapai Rp. 6500 hingga Rp. 7000 per kilogram seminggu sebelumnya.

Harga gabah basah yang turun tajam ini berbanding terbalik dengan harga beras eceran di warung dan pasar tradisional yang tetap tinggi, mencapai Rp. 13.000 hingga Rp. 14.000 per kilogram. Ironisnya, meski harga beras mencapai rekor tertinggi beberapa waktu setelah pemilu, petani di OKU Timur tidak dapat menikmati keuntungan tersebut saat panen raya.

Suyadi (45), seorang petani dari Desa Karang Jaya, Kecamatan Belitang 2, OKU Timur, menyatakan kekecewaannya terhadap penurunan harga gabah. Dia menjelaskan, “Pada seminggu lalu harga gabah basah dari sawah masih mencapai Rp. 6200 per kilogram, tetapi saat ini turun hingga selisih Rp. 2000 per kilogram, harga hanya mencapai Rp. 4200 per kilogram dan dikawatirkan akan terus turun.”

Penurunan harga gabah ini diduga disebabkan oleh musim panen serentak di seluruh daerah, menyebabkan kelimpahan stok gabah. Ditambah lagi, kebutuhan dana untuk menyambut perayaan Idul Fitri mendorong petani untuk menjual gabah basah daripada memprosesnya menjadi beras. Hal ini menyebabkan kesulitan menemukan pembeli, karena pedagang besar tidak membeli gabah.

Sementara itu, petani yang belum panen juga khawatir akan harga gabah saat panen mereka nanti. Mereka berharap adanya kenaikan harga atau setidaknya harga tetap stabil.

Di hadapan kondisi ini, petani OKU Timur berharap pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan mereka dengan mengawasi dan mengatur perdagangan hasil pertanian secara serius. Mereka mengharapkan harga gabah dan beras yang lebih menguntungkan bagi petani, serta pengelolaan perdagangan pertanian yang diawasi dan tidak hanya mengandalkan mekanisme pasar bebas.