Banner Website
Daerah

Kampung Nelayan Merah Putih Pambang Pesisir Satu-Satunya di Riau Ditinjau Menuju Model Nasional Perikanan

88
×

Kampung Nelayan Merah Putih Pambang Pesisir Satu-Satunya di Riau Ditinjau Menuju Model Nasional Perikanan

Sebarkan artikel ini
Peninjauan progres Kampung Nelayan Merah Putih Pambang Pesisir, satu-satunya di Provinsi Riau, sebagai bagian dari upaya pengembangan kawasan pesisir terpadu menuju model nasional sektor perikanan. Rabu (29/4/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Pambang Pesisir – Kunjungan lapangan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yang disinergikan dengan program strategis nasional sektor perikanan. Kawasan ini juga merupakan satu-satunya Kampung Nelayan Merah Putih yang berada di Provinsi Riau saat ini.

Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis bersama Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir melakukan peninjauan langsung progres pembangunan kawasan tersebut pada Rabu, 29 April 2026. Fokus peninjauan mencakup perkembangan infrastruktur dasar serta potensi ekonomi berbasis perikanan yang tengah dikembangkan.

Di lapangan, jajaran pemerintah daerah berdialog dengan pemangku kepentingan sambil meninjau kondisi wilayah secara langsung. Pembahasan meliputi kesiapan pembangunan fisik, penguatan tata kelola, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program.

Kepala Dinas Perikanan Bengkalis diwakili Sopian, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh aspek pembangunan berjalan selaras.

“Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan tata kelola, potensi, dan dukungan masyarakat agar bergerak dalam satu arah pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Pambang Pesisir melalui Sekretaris Desa, Desi Rizal, A.Md, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut.

Rizal menilai bahwa potensi sektor perikanan yang dimiliki wilayah setempat merupakan modal strategis yang sangat besar, dan berpeluang memberikan dampak ekonomi signifikan apabila dikelola secara terarah, terukur, serta berkelanjutan melalui sinergi berbagai pihak.

“Kami siap berkolaborasi. Dukungan masyarakat dari tiga dusun menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan program ini,” katanya, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta tokoh masyarakat setempat, yang memperkuat pendekatan pembangunan berbasis partisipasi.

Kunjungan ini menegaskan arah pengembangan Pambang Pesisir sebagai kawasan pesisir terpadu yang produktif, mandiri, serta mendukung pengembangan model kampung nelayan dalam program nasional sektor perikanan.