Banner Website
Ragam

Dari Lapangan Sederhana, Tumbuh Generasi Sepak Bola Berani Bermimpi

504
×

Dari Lapangan Sederhana, Tumbuh Generasi Sepak Bola Berani Bermimpi

Sebarkan artikel ini
Teks foto; Para pemain muda SSB Bhutas berpose bersama para pelatih dan pembina di Lapangan Bukit Timah, Dumai Selatan. Dengan semangat kebersamaan dan disiplin yang terus diasah, Sabtu, (22/11/2025)/R45/In.

Dumai, Rakyat45.com – Di sebuah lapangan yang sering basah oleh embun pagi, di antara sorak kecil anak-anak yang tak pernah padam, SSB Bhutas berdiri sebagai ruang tumbuh yang mengubah masa depan. Bukan gedung megah, bukan pula fasilitas mewah tetapi sebuah tempat yang memelihara mimpi dengan penuh kesungguhan.

Di Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, sekolah sepak bola ini menjadi napas baru bagi anak-anak yang ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar rutinitas belajar. Di bawah bimbingan tenang M. Ali Muhajirin dan dukungan penuh Randi Ahyad Sarwandi, S.H., M.H., Bhutas menjelma menjadi ruang yang membebaskan anak-anak untuk berani menjadi diri mereka sendiri.

Bhutas tidak mengejar kemenangan sebagai tujuan utama. Mereka lebih sibuk merawat hal-hal yang sering luput kepercayaan diri anak-anak, rasa percaya antarteman, dan kemampuan mereka untuk berdiri setelah jatuh. Di sana, setiap kesalahan bukan bahan teguran, tetapi bagian dari pelajaran hidup.

Setiap kali latihan dimulai, terdengar suara-suara kecil memanggil nama teman, tawa yang pecah seperti percik cahaya, dan langkah kaki yang berlari tanpa beban. Di momen-momen sederhana itulah Bhutas terasa seperti keluarga, hangat, tulus, dan apa adanya.

Bahkan ketika anak-anak pulang membawa piala, yang sesungguhnya mereka bawa lebih jauh dari itu: keberanian baru. Keyakinan baru. Senyum yang terasa lebih lebar dari kemenangan apa pun.

“Kami ingin Bhutas menjadi pelita kecil bagi anak-anak Dumai—tempat mereka dibimbing, diarahkan, dan dijaga,” ujar M. Ali Muhajirin, Sabtu, 22 November 2025, kepada Rakyat45.com.

“Dan kami ingin para orang tua merasa tenang. Jika pun anak-anak memegang handphone, yang muncul adalah aktivitas positif, bukan bayangan kecanduan yang menakutkan.”

Pengabdian itu sekarang berdiri di antara landasan hukum yang kuat, melalui SK Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia AHU-0006375.AH.01.07 Tahun 2025, memastikan Bhutas tumbuh secara profesional dan berintegritas.” ungkap M. Ali Muhajirin.

Hari ini, Bhutas bukan lagi sekadar sekolah sepak bola. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah lapangan sederhana bisa menjadi taman tumbuh bagi generasi muda. Tentang bagaimana olahraga bisa mengembalikan keceriaan masa kecil yang mulai direbut dunia digital. Tentang bagaimana harapan orang tua menemukan tempat yang aman dan penuh cinta.

“Dan mungkin, di suatu hari yang tak jauh dari sekarang, dari lapangan kecil ini akan berlari keluar seorang anak yang namanya disorakkan ribuan orang tetapi yang lebih penting, anak itu tumbuh dengan hati yang baik, berani, dan tak lupa dari mana ia berasal.” pungkasnya.**