Rakyat45.com, Pekanbaru – Kelangkaan BBM Pekanbaru dalam dua hari terakhir meluas ke sejumlah wilayah di Riau seperti Pelalawan dan Kampar, memicu antrean panjang di berbagai SPBU dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar, terutama jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar. Tidak sedikit yang berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM.
Salah seorang warga Pekanbaru, Andi, mengaku kondisi ini membuatnya kebingungan.
“Sekarang cari Pertalite susah sekali. Hampir semua SPBU penuh antrean, jadi bingung mau isi di mana,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Budi. Ia menyebut kelangkaan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi merata hingga ke wilayah sekitar.
“Di beberapa daerah stoknya kosong, jadi banyak yang terpaksa keluar kota untuk cari BBM. Solar juga sulit, antreannya panjang di mana-mana,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan utama. Kondisi ini bahkan sempat memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru.
Menanggapi situasi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan pasokan BBM di Riau masih aman.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan ketersediaan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan di sejumlah titik SPBU,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan lonjakan konsumsi dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang 1–3 Mei 2026.
“Sebagai langkah antisipatif, kami telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal,” tambahnya.
Pertamina juga melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan lembaga penyalur agar distribusi tetap lancar. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” tutupnya.
Meski pasokan diklaim aman, warga berharap distribusi segera normal agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.***












