Banner Website
Peristiwa

Buaya Sungai Rokan Kembali Menyerang, Pekerja Sawit Asal Tanah Putih Jadi Korban

150
×

Buaya Sungai Rokan Kembali Menyerang, Pekerja Sawit Asal Tanah Putih Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Buaya Sungai Rokan Kembali Menyerang, Pekerja Sawit Asal Tanah Putih Jadi Korban
Korban bernama Sahri Ramadhon Pasaribu (37)./R45/Jarmain

Rakyat45.com, Rohil – Teror buaya di Sungai Rokan kembali memicu keprihatinan. Seorang pekerja kebun sawit asal Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi korban serangan buaya saat berada di tepi sungai, Jumat lalu.

Korban bernama Sahri Ramadhon Pasaribu (37). Insiden terjadi pada pagi hari ketika korban hendak membersihkan diri setelah menyelesaikan aktivitas panen dan penimbangan buah kelapa sawit di sekitar aliran Sungai Rokan.

Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y. Yudi Indranaldi, menyampaikan serangan berlangsung sangat cepat dan tanpa peringatan. Buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam bagian tubuh korban.

“Korban berada di tepi sungai untuk mencuci tangan. Tiba-tiba buaya naik ke permukaan dan menggigit tangan kanan korban hingga korban terseret ke air,” jelas Kapolsek kepada rakyat45.com, Sabtu (3/1/2026).

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban yang berada tidak jauh dari lokasi langsung melakukan penyelamatan darurat dengan menarik korban ke darat. Aksi cepat para saksi berhasil mencegah korban terseret lebih jauh ke sungai.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka serius. Tangan kanan korban mengalami kerusakan berat akibat gigitan buaya, disertai luka pada bagian kaki. Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit di Duri untuk penanganan lanjutan.

“Tim medis terpaksa melakukan amputasi pada tangan kanan korban demi menyelamatkan nyawanya,” ungkap Kompol Yudi.

Pasca peristiwa tersebut, jajaran Polsek Tanah Putih bersama pihak terkait segera melakukan langkah pengamanan di lokasi kejadian. Polisi memasang rambu peringatan bahaya buaya di sejumlah titik rawan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Pihak kepolisian juga mengimbau warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar Sungai Rokan agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas mandi, mencuci, atau turun langsung ke tepi sungai.

“Serangan buaya ini bukan yang pertama. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak meremehkan risiko satwa liar di wilayah sungai,” tegas Kapolsek.

Kasus ini kembali menegaskan perlunya perhatian serius terhadap konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan Sungai Rokan, demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.***