Banner Website
Peristiwa

Misi Kemanusiaan di Tengah Amukan Alam, Dua Jenazah Ditemukan di Bengkalis

613
×

Misi Kemanusiaan di Tengah Amukan Alam, Dua Jenazah Ditemukan di Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan bersama Pos TNI AL Bengkalis dan masyarakat melakukan evakuasi dua jenazah di pesisir Pantai Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/1/2026)./R45/Indra

Bengkalis, Rakyat45.com – Laut Bengkalis kembali menjadi saksi bisu drama kemanusiaan yang sarat risiko. Di tengah gelombang tinggi dan cuaca buruk yang mengancam keselamatan, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua jenazah dalam operasi yang nyaris merenggut korban baru dari pihak penyelamat itu sendiri.

Salah satu jenazah yang ditemukan merupakan anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89, nelayan asal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, yang sebelumnya dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Korban ditemukan di titik koordinat awal kejadian, menandai berakhirnya pencarian yang berlangsung dalam kondisi alam paling tidak bersahabat.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di koordinat 1°30’46” LU dan 102°41’46” BT. Sejak saat itu, tim SAR gabungan berpacu dengan waktu dan cuaca untuk menemukan korban.

Komandan Pos TNI AL Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, saat dikonfirmasi Kamis (8/1/2026), membenarkan bahwa pencarian membuahkan hasil, namun dengan temuan yang memilukan.

“Kami menemukan dua jenazah. Satu merupakan ABK KM Makmur Jaya 89, sementara satu lainnya diduga warga negara Malaysia,” ujar Nirwan.

Jenazah ABK KM Makmur Jaya 89 diketahui bernama Rapat (39), warga Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa kembali ke Kepulauan Riau untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, jenazah yang diduga warga Malaysia diserahkan kepada otoritas Maritim Malaysia di tengah laut.

Namun, proses penyerahan tersebut menyisakan cerita dramatis lainnya. Kapal cepat Basarnas yang melakukan evakuasi kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah laut, diperparah oleh cuaca buruk yang terus memburuk.

“Jenazah ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Karena proses penyerahan jenazah warga Malaysia dilakukan di laut, kapal Basarnas kehabisan BBM. Dalam kondisi cuaca ekstrem, kapal sempat terapung dan nyaris tenggelam sebelum akhirnya tersandar di bibir pantai Teluk Lancar,” ungkap Nirwan.

Meski dihadapkan pada risiko tinggi, seluruh personel SAR berhasil menyelamatkan diri. Seluruh tim akhirnya tiba dan bersandar dengan selamat di Pos Pol Airud Bandul.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan besarnya bahaya operasi SAR di laut terbuka bahwa di balik setiap jenazah yang berhasil ditemukan, terdapat perjuangan sunyi para penyelamat yang mempertaruhkan nyawa demi kemanusiaan.**