Banner Website
Ragam

Ramadhan dan Lintasan Prestasi: Polres Bengkalis Tata Malam Minggu Lewat Balap Lari

305
×

Ramadhan dan Lintasan Prestasi: Polres Bengkalis Tata Malam Minggu Lewat Balap Lari

Sebarkan artikel ini
Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, saat melepas peserta balap lari Ramadhan di Jalan Pertanian sebagai simbol dimulainya lomba sekaligus komitmen preventif Polres Bengkalis dalam menekan aksi balap liar di wilayah Bengkalis. Minggu, (28/2/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Nuansa Ramadhan 1447 Hijriah terasa berbeda di Jalan Pertanian, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. Malam yang biasanya dipenuhi kekhawatiran akan balap liar kini berganti dengan irama langkah para pemuda yang beradu cepat di lintasan.

Sorak sorai warga mengiringi setiap detik perlombaan, menghadirkan suasana hangat yang menegaskan bahwa ruang publik dapat berubah menjadi panggung energi positif.

Gagasan tersebut diinisiasi oleh Polres Bengkalis sebagai langkah preventif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Minggu malam (28/2/2026), balap lari Ramadhan digelar sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap maraknya balap liar yang kerap muncul usai tarawih hingga menjelang sahur.

Jalan Pertanian dipilih secara strategis, mengingat kawasan itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, S.I.K.,M.Si, menegaskan pendekatan persuasif menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Energi kompetitif generasi muda, menurutnya, harus diarahkan pada kegiatan yang membangun, bukan dibiarkan meluncur tanpa kendali.

“Semangat anak-anak muda adalah potensi besar. Tugas kami memastikan potensi itu tersalurkan dalam bentuk yang sehat, aman, dan terkontrol,” ujarnya, menekankan bahwa Ramadhan semestinya menjadi ruang pembinaan karakter dan disiplin diri.

Sejak senja berganti malam, puluhan peserta memadati lokasi untuk mendaftar dan melakukan pemanasan. Aparat kepolisian bersama panitia sigap mengatur arus lalu lintas serta memastikan setiap tahapan perlombaan berjalan tertib. Sistem lomba jarak pendek diterapkan guna menjamin keselamatan, dengan pengawasan langsung personel di sepanjang lintasan.

Atmosfer kebersamaan terasa kental. Kehadiran polisi tak sekadar sebagai penjaga keamanan, melainkan mitra dialog yang humanis. Warga sekitar pun antusias menyaksikan jalannya perlombaan, memberi dukungan kepada para pelari yang berlaga dengan sportivitas tinggi. Interaksi hangat antara aparat dan masyarakat memperlihatkan wajah pelayanan publik yang inklusif.

Balap lari Ramadhan ini menjelma lebih dari sekadar ajang olahraga. Ia menjadi simbol perubahan pendekatan dari represif menuju preventif, dari larangan menuju pembinaan. Harapan besar disematkan agar kegiatan serupa mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas serta risiko kecelakaan akibat balap liar sepanjang bulan suci.

“Komitmen Polres Bengkalis untuk terus menghadirkan inovasi edukatif menjadi pesan tegas bahwa keamanan adalah hasil kolaborasi. Sinergi antara aparat dan masyarakat diyakini mampu menjaga Kabupaten Bengkalis tetap aman, tertib, dan kondusif, menjadikan Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif yang berkelanjutan.**