Banner Website
Peristiwa

Sopir Truk Ditemukan Tewas Terikat di Pekanbaru, Polisi Selidiki

25
×

Sopir Truk Ditemukan Tewas Terikat di Pekanbaru, Polisi Selidiki

Sebarkan artikel ini
Sopir Truk Ditemukan Tewas Terikat di Pekanbaru, Polisi Selidiki
Kasus sopir tewas dalam truk menggegerkan warga Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kendaraan pada Ahad (3/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Kasus sopir tewas dalam truk menggegerkan warga Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kendaraan pada Ahad (3/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui bernama Heri Supriadi (54), seorang sopir asal Jakarta Utara. Ia ditemukan di dalam truk Hino berwarna hijau bernomor polisi B 9080 UXQ yang tengah terparkir di kawasan Jalan SM Amin.

Penemuan jasad bermula dari kecurigaan pengurus kendaraan, Willy Tikaso, yang memantau posisi truk melalui sistem GPS. Setelah melihat kendaraan berhenti cukup lama, ia meminta pendampingan polisi untuk melakukan pengecekan.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bagian belakang jok sopir. Tangan korban terikat tali, wajah dilakban, dan tubuhnya tertutup koran.

Kapolsek Payung Sekaki, AKP Rafidin Lumban Gaol, mengatakan pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.

“Jenazah korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga sekitar dan pekerja bengkel di lokasi kejadian, guna mengungkap kronologi peristiwa.

Dari hasil analisa awal, korban diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen setelah wajahnya dilakban dan tubuhnya dalam kondisi terikat.

Namun demikian, kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus ini,” kata Rafidin.

Saat ini, polisi terus mendalami motif serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.***