Banner Website
Daerah

Pemulihan Tesso Nilo Butuh 9.966 Hektare Lahan Relokasi untuk Warga

30
×

Pemulihan Tesso Nilo Butuh 9.966 Hektare Lahan Relokasi untuk Warga

Sebarkan artikel ini

Rakyat45.com, Pelalawan – Pemerintah Provinsi Riau masih membutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk mempercepat program pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ketersediaan lahan relokasi menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan persoalan penguasaan kawasan konservasi oleh masyarakat.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan kebutuhan tersebut muncul setelah dilakukan pendataan terhadap masyarakat yang masih menguasai lahan di dalam kawasan TNTN.

Berdasarkan hasil inventarisasi, sekitar 10.600 hektare lahan di kawasan konservasi tersebut saat ini dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Sementara proses relokasi yang telah berjalan baru mencakup 633 hektare dengan 227 KK yang sudah dipindahkan ke lokasi baru.

“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya,” ujar SF Hariyanto kepada Rakyat45.com, Selasa (3/6/2026).

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN), SF Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjalankan pemulihan kawasan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan kepastian hukum bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, penyelesaian persoalan di kawasan TNTN tidak bisa dilakukan hanya melalui penertiban semata, tetapi harus disertai solusi yang memberikan kepastian tempat tinggal dan sumber penghidupan bagi warga.

Karena itu, penyediaan lahan alternatif menjadi bagian penting dalam strategi pemulihan kawasan konservasi yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akibat aktivitas perambahan dan alih fungsi lahan.

“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal,” tegasnya.

Ke depan, Tim Percepatan Pemulihan TNTN akan menjalankan tiga fokus utama secara paralel, yakni pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif bagi masyarakat, serta pelaksanaan reforestasi berbasis zonasi dengan pengawasan berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan proses pemulihan kawasan Tesso Nilo berlangsung hingga tahun 2028 dengan sasaran pemulihan mencapai 66.704 hektare lahan.

SF Hariyanto menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan penuh pemerintah pusat, baik dalam aspek kebijakan maupun pembiayaan, sehingga target pemulihan dapat dicapai secara efektif dan berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, Pemprov Riau berharap fungsi ekologis Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Sumatera dapat kembali pulih dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. (Adv)